Menilik Sejarah Kutai Kartanegara, Calon Ibu Kota Baru Negara Indonesia
Nasional
Ibu Kota Baru Indonesia

Presiden Jokowi baru saja menetapkan Kutai Kartanegara sebagai Ibu Kota baru RI. Selain memiliki berbagai kelebihan, wilayah ini juga memiliki sejarah yang cukup panjang sebagai wilayah kerajaan.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara baru RI untuk menggantikan DKI Jakarta. Presiden Jokowi mengakui alasan Kalimantan Timur memiliki lokasi yang strategis dan minim risiko bencana sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam memilih wilayah tersebut.

Bila menyebut nama Kutai Kartanegara tentunya tak akan bisa lepas dari sejarah panjangnya dengan kerajaan tertua di Indonesia, Kerajaan Kutai Martadipura.

Mengutip dari situs resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, diketahui bahwa sekitar 400 tahun masehi di Kaltim terdapat kerajaan bernama Kutai Martadipura yang terletak di Muara Kaman, kawasan sungai Mahakam.

Kerajaan tersebut didirikan oleh Maharaja Kudungga dan dinobatkan sebagai kerajaan tertua se-Nusantara berkat temuan prasasti Yupa dengan tulisan huruf Pallawa yang menyebutkan masa kepemimpinan Raja Mulawarman Nala Dewa. Mulawarman sendiri adalah cucu dari Maharaja Kudungga.


Pada abad ke-14, berdiri kerajaan baru yang terletak di muara sungai Mahakam, bernama Kutai Kartanegara. Raja pertama dari kerajaan ini adalah Aji Betara Agung Dewa Sakti. Dalam perkembangannya Kutai Kartanegara dipengaruhi oleh agama Islam yang dimulai pada masa Raja Aji Mahkota pada 1525 masehi dengan gelar Aji Mahkota Mulia Islam.

Lalu pada sekitar abad ke-17, dipimpin oleh Aji Pangeran Sinum Panji Kerajaan Kutai Kartanegara berhasil menaklukkan Kerajaan Kutai Martadipura yang saat itu diperintah Raja Dermasetia. Dan kemudian kedua kerajaan tersebut menyatu dan bernama Kerajaan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

Sebutan raja pun akhirnya diganti dengan sultan, dengan raja Islam pertama Kutai Kartanegara Ing Martadipura adalah Sultan Aji Muhammad Idris. Beberapa kali Kerajaan Kutai Kartanegara memindahkan ibu kotanya, namun pasca kemerdekaan Indonesia, Kerajaan Kutai Kartanegara berubah status menjadi menjadi pemerintahan negeri dengan nama Daerah Swapraja Kutai pada 1947.

Lalu pada tahun 1955 namanya berubah menjadi Daerah Istimewa Kutai. Pada 1959 setelah pemisahan kota Balikpapan dan Samarinda, namanya kembali berubah menjadi Kabupaten Kutai. Puluhan tahun berselang, pada 1999 terjadi pemekaran wilayah menjadi tiga kabupaten yakni Kutai, Kutai Barat, dan Kutai Timur serta satu kota yakni, Bontang.

Sejak tahun 2002, Kabupaten Kutai berganti nama menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara hingga sekarang. Secara administratif, Kabupaten Kutai Kartanegara terbagi dalam 18 wilayah kecamatan dan 238 desa/kelurahan. Kabupaten ini memiliki beragam sumber daya alam termasuk sektor pariwisata.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts