Kritik Pemblokiran Internet, Fahri Hamzah Minta Pemerintah Berani Datang ke Papua
Nasional

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai bahwa langkah pemerintah yang memblokir akses internet di Papua maupun Papua Barat untuk meredam masalah sudah salah kaprah.

WowKeren - Langkah pemerintah melakukan pemblokiran terhadap akses internet di Papua dan Papua Barat menuai polemik. Tak sedikit yang menilai hal tersebut sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia.

Salah satu yang berpikir demikian adalah Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Memblokir internet artinya sama saja dengan pemerintah merampas kebebasan masyarakat untuk berkomunikasi sebab seperti diketahui saat ini internet memainkan peranan penting untuk kelangsungan komunikasi.

"Metode blokir internet dalam merampas kebebasan orang untuk berkomunikasi itu merupakan pelanggaran HAM," kata Fahri di kompleks MPR/DPR, Jakarta, Selasa (27/8). "Itu enggak boleh dibiarkan."

Ia menilai bahwa langkah pemerintah yang satu itu kurang tepat. Jika memang ingin menyelesaikan masalah di Papua, sebaiknya pemerintah bisa muncul ke hadapan publik untuk menenangkan masyarakat Papua. Pemerintah juga diharapkan mau meminta maaf terkait ujaran rasialisme yang masih kerap terjadi di Indonesia.


"Pemerintah itu harus gentlemen. Jangan ada tiap kekacauan, terus blokir, ada kekacauan, blokir," tegas Fahri. "Ngomong dong, hadapi rakyat, orang perlu kehadiran anda, perlu kehadiran muka anda, muka anda itu yang bikin rakyat tenang."

Lebih lanjut, cara penyelesaian masalah ala pemerintah dengan memblokir internet dianggapnya salah kaprah. Untuk itu, ia mendesak agar pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) segera membuka kembali pemblokiran tersebut. Menurutnya, kerusuhan bisa terjadi karena minimnya kehadiran negara di tengah masyarakat.

"Ada metode dalam kerja pemerintah yang sudah salah. Ngeblokir-blokir, memang harusnya dari dulu kita tegur," lanjut Fahri. "Cuma kita sering ditakutin, 'wah ini bakal rusuh lagi'. Rusuh itu karena negara enggak hadir. Kalau negara hadir selesai. Hadapi, peluk minta maaf kalau ada yang salah."

Sebelumnya, Menteri Kominfo Rudiantara sempat menyampaikan permohonan maaf atas pemblokiran akses internet. Ia belum bisa memastikan kapan pemerintah akan mengembalikan akses internet di Papua sebab hal itu harus melihat dulu kondisi yang ada di lapangan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!