Pemerintah Jepang pada Rabu (28/8) mengeluarkan perintah langka yang meminta 240 ribu warganya untuk mengungsi lantaran khawatir akan terjadinya banjir dan tanah longsor.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 28 Agustus 2019 - 14:52 WIB
WowKeren - Ancaman banjir rupanya tak hanya terjadi di Indonesia. Pemerintah Jepang belum lama ini mengeluarkan perintah evakuasi terhadap 240 ribu orang yang tinggal di wilayah barat daya negara tersebut. Perintah ini dianggap cukup langka lantaran selama ini frekuensi terjadinya banjir di Jepang relatif jarang.
Perintah tersebut dikeluarkan dalam rangka menanggulangi potensi banjir dan tanah longsor. Sebelumnya, para pejabat setempat mengkonfirmasi bahwa seorang pria meninggal akibat hujan lebat.
Perintah evakuasi tersebut datang setelah Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan siaga tertinggi untuk beberapa bagian wilayah Kyushu utara. Perintah tersebut dikeluarkan "jika ada kemungkinan bencana yang signifikan" dan diaktifkan begitu sebuah bencana diumumkan. Warga setempat diimbau untuk waspada dan mengambil langkah antisipasi demi keselamatan nyawa mereka.
Sementara itu, badan penanggulangan kebakaran dan bencana mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah laporan terkait rumah yang terendam banjir di Prefektur Saga. Pemerintah sedang menyelidiki lebih dalam terkait kerusakan yang ditimbulkan.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan bahwa hujan deras yang terjadi levelnya lebih tinggi dari yang sudah-sudah. "Kami melihat level hujan deras yang belum pernah terjadi sebelumnya di kota-kota di mana kami mengeluarkan peringatan khusus," demikian disampaikan JMA dalam konferensi pers dilansir dari AFP, Rabu (28/8).
"Ini situasi di mana Anda harus melakukan yang terbaik untuk melindungi nyawa Anda," ujar pejabat JMA Yasushi Kajiwara. Dia juga menyerukan warga yang mendapat imbauan evakuasi untuk segera bertindak. "Mohon jangan menunggu lagi."
Peringatan darurat JMA mencakup wilayah Saga, Fukuoka, dan Nagasaki di Kyusu utara, dimana hujan lebat telah menewaskan satu orang. Pejabat setempat mengkonfirmasi bahwa seorang pria telah ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya usai tersapu banjir.
Hujan lebat juga sempat mengganggu operasional transportasi di wilayah Kyushu. Hal itu menyebabkan sejumlah jadwal kereta harus ditunda dan jalanan juga ditutup. Di sejumlah area, hujan juga menyebabkan tanah longsor.
(wk/zodi)