PBB Ungkap Keprihatinan Terkait Isu Papua dan Sindir Pemerintah Yang Batasi Akses Internet
Dunia

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ungkap keprihatinan terkait masalah di Papua dan menyindir keputusan pemerintah Indonesia yang membatasi akses internet.

WowKeren - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Komisiaris Tinggi PBB bidang Hak Asasi Manusia atau KTHAM PBB (UN OHCHR) Michelle Bachelet akhirnya angkat suara menanggapi segala permasalahan yang terus terjadi di Papua dan Papua Barat. Michelle Bachelet mengungkapkan keprihatinannya terkait segala situasi di Papua yang masih memanas dengan pemerintah.

Michelle Bachelet mengaku bahwa ia begitu terganggu dengan situasi kekerasan yang ada di Papua terutama setelah mendengar beberapa kematian dari demonstran dan personel pasukan keamanan. "Saya terganggu dengan meningkatnya kekerasan dalam dua minggu terakhir di provinsi Papua dan Papua Barat Indonesia, dan terutama kematian beberapa demonstran dan personel pasukan keamanan," kata Michelle Bachelet di Jenawa Swiss pada Rabu (4/9).

Michelle menyayangkan mengapa kekerasan tersebut bisa terjadi di negara demokratis dan beragam seperti Indonesia. Oleh sebab itu, ia mendorong agar sejumlah pihak berwenang atau pemerintah Indonesia segera melakukan proses diplomasi dengan melakukan komunikasi secara langsung dengan rakyat Papua.

"Ini adalah bagian dari tren yang telah kami amati sejak Desember 2018, dan kami telah mendiskusikan keprihatinan kami dengan pihak berwenang Indonesia." kata Bachelet. "Seharusnya tidak ada tempat untuk kekerasan semacam itu di Indonesia yang demokratis dan beragam, dan saya mendorong pihak berwenang untuk terlibat dalam dialog dengan rakyat Papua dan Papua Barat mengenai aspirasi dan keprihatinan mereka."


Mantan Presiden Chile ini juga mengkritik kebijakan Pemerintah Indonesia yang memutuskan untuk menutup akses internet di seluruh wilayah Papua dan Papua Barat. Ia menganggap keputusan Pemerintah Indonesia ini telah melanggar kebebasan berekspresi masyarakat dan justru dapat menjadi blunder tersendiri karena dapat memperburuk ketegangan yang sudah terjadi.

"Penutupan internet secara menyeluruh di Papua kemungkinan akan bertentangan dengan hak atas kebebasan berekspresi," kritik Bachelet. "Membatasi komunikasi (akses internet) justru dapat memperburuk ketegangan."

Walaupun mengkritik pembatasan internet yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, Michelle Bachelet juga mengapresiasi kinerja dari Presiden Jokowi dan sejumlah tokoh yang dinilai dengan tegas melawan segala bentuk rasialisme dan deskriminasi terhadap warga Papua dan Papua Barat. "Saya menyambut seruan yang dilakukan oleh Presiden Widodo dan tokoh-tokoh tingkat tinggi lainnya terhadap segala bentuk rasisme dan diskriminasi yang telah menjadi masalah lama dan serius di Provinsi Papua dan Papua Barat." ungkap Bachelet.

Terakhir, Michelle Bachelet juga mengkhawatirkan sejumlah penangkapan yang dilakukan oleh aparat keamanan Indonesia terhadap sejumlah orang yang diduga ikut melakukan provokasi hingga memancing kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Baginya, para pembela hak asasi manusia, pelajar hingga jurnalis yang mendapatkan segala macam bentuk intimidasi dan ancaman harus diberi jaminan perlindungan dari pemerintah.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait