Babi hutan memang memiliki kemampuan untuk berenang, namun pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau meragukan jika mereka mampu menyeberangi Selat Malaka dengan jarak puluhan kilometer.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 06 September 2019 - 16:26 WIB
WowKeren - Belum lama ini Malaysia dikagetkan dengan adanya invasi babi hutan melalui perairan perbatasan antara Malaysia dan Indonesia. Otoritas negeri jiran mengeluhkan jumlah populasi hewan tersebut yang kian meningkat.
"Invasi melalui lautan dari babi hutan ini membuat kita putus asa," kata Ketua Komisi Pertanian, Berbasis Agro, Pembangunan Kewirausahaan dan Koperasi Melaka, Norhizam Hassan Baktee, dilansir dari The Star, Jumat (6/9). "Karena populasi binatang itu semakin meningkat di Melaka."
Terkait hal ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau angkat bicara. Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, tidak menampik jika babi hutan memiliki kemampuan untuk berenang. Namun, ia meragukan jika babi hutan tersebut bisa berenang menyeberangi Selat Malaka yang memiliki jarak puluhan kilometer.
"Babi memang memiliki kemampuan untuk berenang," kata Suharyono dilansir dari Detik, Jumat (6/9). "Tapi apa iya babi mampu berenang di Selat Malaka puluhan kilometer itu. Inilah yang kita ragukan."
Oleh sebab itu, cukup sulit untuk membuktikan kebenaran terkait klaim Malaysia soal invasi babi hutan dari Indonesia. "Kalau hanya sekadar diklaim ada babi di pantai Malaysia lantas dianggap menyeberang dari Indonesia, ya kan sulit pembuktiannya seperti itu. Kita ragu babi mampu menyeberangi Selat Malaka itu," tegas Suharyono.
Hal senada juga sempat diutarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). KLHK menyatakan bahwa klaim Malaysia tersebut harus disertai dengan bukti ilmiah.
"Babi hutan akan melewati rintangan apapun jika sudah musim buah," kata peneliti Litbang KLHK Titiek Setyowati masih dilansir dari Detik. "Dia akan bermigrasi untuk mencari makanan. Tapi harus dicek di lapangan. Ini migrasi atau memang dia sudah lama di situ."
Sebelumnya, pihak Malaysia mengatakan bahwa berdasarkan laporan dari sejumlah nelayan, mereka kerap melihat penampakan moncong babi di tengah kegelapan di sepanjang garis pantai Melaka. "Sekarang Melaka dihuni oleh babi hutan dari Indonesia," tegas Norhizam.
(wk/zodi)