Malaysia Bantah Kirim Nota Protes Melainkan Tawarkan Bantuan Atasi Kabut Asap Indonesia
Twitter/salima252
Dunia
Darurat Kabut Asap Kalimantan

Duta Besar Malaysia untuk RI telah menepis kabar yang menyebutkan jika negerinya telah mengirimkan nota protes terkait kebakaran hutan dan lahan kepada Indonesia.

WowKeren - Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia Zainal Abidin Bakar telah menepis kabar yang menyebutkan jika negaranya telah mengirimkan nota protes ke Indonesia terkait asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seperti diketahui, Malaysia telah mengklaim jika asap dari karhutla yang terjadi Kalimantan telah sampai ke wilayah Malaysia.

Zainal Abidin Bakar menyatakan jika negaranya memang mengirimkan surat melalui Kementerian Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim. Namun dalam surat tersebut dijelaskannya merupakan tawaran bantuan dari pihak Malaysia untuk menanggulangi karhutla.

"Itu bukan surat protes, tapi penawaran Malaysia untuk membantu menangani kabut asap," kata Zainal usai menghadiri perayaan kemerdekaan Malaysia di Jakarta, sebagaimana dikutip dari kantor berita Bernama, Kamis (12/9). "Kami juga mengalami hotspot di Malaysia, tapi kebanyakan hotspot memang banyak berada di Indonesia. Tapi pemerintah Malaysia menawarkan kerja sama untuk membantu Indonesia sekiranya memerlukan, perihal kebakaran hutan tersebut."


Pernyataan ini membantah tanggapan yang menyatakan jika Malaysia menuding Indonesia sebagai penyebab kabut asap di Negeri Jiran. Sebelumnya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Siti Nurbaya mengatakan jika pihak Malaysia telah melayangkan surat protes yang menuding Indonesia sebagai penyebab terjadinya kabut asap di sejumlah wilayah Malaysia. Siti juga mengaku telah menulis surat kepada Zainal untuk mencari klarifikasi terkait tudingan tersebut.

Menurut Siti Nurbaya, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kabut asap yang terjadi dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan hanya terdeteksi menyeberangi Malaysia pada tanggal 8 September 2019 dan hanya berlangsung selama 1 jam. Sementara asap yang masuk ke Malaysia tepatnya di Kuala Lumpur berasal dari Sarawak dan Semenanjung Malaysia.

"Asap yang masuk Malaysia ke Kuala Lumpur berasal dari Sarawak dan Semenanjung Malaysia, dan mungkin sebagian dari barat Kalimantan," kata Siti Nurbaya. "Jadi (Malaysia) harus obyektif menjelaskan hal ini."

Sementara itu mengutip data dari BMKG pada 6 sampai 7 September, telah terjadi peningkatan jumlah titik api di Sarawak dan Semenanjung Malaya yakni dari 1.038 titik menjadi 1.423 titik. Kabut asap yang menyelimuti Kuala Lumpur dan Sarawak, Malaysia telah menyebabkan pemerintah Malaysia meliburkan 409 sekolah sejak Selasa (10/9). Penutupan tersebut berdampak pada 157.479 siswa yang tidak dapat melakukan aktivitas belajarnya.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts