Red Velvet Dikuntit Paparazzi di Swiss, Salah Satu Member Alami Kejadian Menakutkan Ini
Selebriti

Baru-baru ini Red Velvet mengunjungi Swiss setelah ditunjuk sebagai Duta Wisata untuk negara tersebut. Kru mendapati dua paparazzi mengikuti grup besutan SM Entertainment itu.

WowKeren - Red Velvet mengunjungi Swiss setelah ditunjuk sebagai Duta Wisata untuk negara tersebut oleh Schweiz Tourismus (Swiss Tourism). Sebagai bagian dari tugas mereka, Irene dan kawan-kawan merekam video promosi di lima kota selama 10 hari dengan jadwal yang ketat.

Kamis (19/9), Red Velvet didampingi oleh media Luzerner Zeitung dan manajer media untuk Pariwisata Swiss, Lien Burkard, selama kunjungan mereka ke pusat kota Lucerne. Pemotretan yang direncanakan menjadi sulit karena ombak. Begitu selesai, mereka pergi dari dermaga ke bagian kota lama. Kemudian, mereka akan memulai tur kota dan hiking di Fräkmüntegg sebelum menghabiskan malam di Gunung Pilatus. Namun sebelum itu, grup dan 25 anggota rombongan mereka akan beristirahat untuk makan siang.


Saat makan siang, Luzerner Zeitung mengamati bahwa rombongannya tampak gelisah. Lien Burkhard berbicara singkat dengan Jean Kim, manajer pemasaran Korea Tourism Swiss, dan terungkap bahwa kru mendapati dua paparazzi mengikuti grup besutan SM Entertainment itu.

"Mereka sangat agresif, itulah sebabnya manajemen Red Velvet bertanya kepada kami apakah kami bisa memanggil polisi," kata Lien Burkhard.

Paparazzi melihat Red Velvet secara tidak sengaja di bandara Korea, melihat ke mana mereka pergi, dan mengikuti mereka ke Swiss untuk mengambil gambar mereka dan menjualnya ke media. Setelah kejadian itu ditangani, semua orang akhirnya bisa bersantai di teras restoran, menikmati pemandangan Sungai Reuss sambil makan.

Selama tur di kota lama, Red Velvet menemukan Gereja Jesuit. Karena salah satu member adalah Protestan, ia meminta untuk pergi ke gereja untuk berdoa. Dua paparazzi diduga orang yang sama yang dilaporkan ke polisi pada hari sebelumnya, langsung mengelilingi dan mengambil gambarnya dari belakang.

Kejadian ini membuat seorang manajer turut campur dan mengantar mereka keluar dengan gerakan tangan. Member tersebut akhirnya bisa berdoa selama satu menit sebelum tiba waktunya untuk meninggalkan gereja, di mana mobil menunggu di luar untuk membawa grup ke Fräkmüntegg.

Meskipun memiliki pengalaman menakutkan dikuntit paparazzi, Red Velvet berhasil fokus pada aspek-aspek positif dari perjalanan mereka, bahkan membeli oleh-oleh. Dikatakan bahwa Wendy paling bersemangat dengan suvenirnya yaitu pengupas kentang.

You can share this post!

Related Posts
Loading...