Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar masyarakat tak mudah terpengaruh dengan berita-berita beredar yang belum dikonfirmasi kebenarannya sehingga tidak buru-buru menyimpulkan.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 26 September 2019 - 14:32 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut menanggapi isu ambulans milik Pemprov yang diduga mengangkut batu untuk aksi demo pelajar. Anies yakin bahwa anak buahnya yang ada di Dinas Kesehatan telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Diberitakan sebelumnya, lima ambulans Pemprov DKI diamankan polisi pada Kamis (26/9) dini hari di Jakarta Pusat. Kelima ambulans tersebut diklaim polisi telah membawa batu saat demonstrasi di kawasan DPR, Senayan pada Rabu (25/9).
"Saya percaya ambulans kita mengikuti SOP dan sudah dilakukan dari kemarin," kata Anies di Balai Kota, Kamis (26/9). "Dan ini bukan hal yang baru kita mengikuti SOP. Sudah bertahun-tahun."
Anies meminta agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan berita beredar yang belum benar adanya. Sebab, tak sedikit hal-hal atau fakta yang terjadi di lapangan tidak terekspos sehingga rawan menjadi miskomunikasi. Oleh sebab itu, ia mengimbau agar publik tak buru-buru menyimpulkan.
"Karena itu kita tak usah terburu-buru menyimpulkan apapun," lanjut Anies. "Kalau sudah di lapangan banyak peristiwa terjadi dan komunikasi belum tentu berjalan baik."
Anies menuturkan bahwa Pemprov DKI telah menerjunkan 40 armada ambulans untuk membantu korban demo. Para petugas tersebut datang untuk menolong mahasiswa maupun warga.
Untuk itu, Anies meminta agar masyarakat bisa menghormati pekerjaan paramedis tersebut. Sebab, bukan pekerjaan yang mudah untuk terjun langsung ke tempat-tempat dimana aksi demo sedang berlangsung.
"Jadi saya ingin sampaikan apresiasi dan rasa hormat kita kepada petugas kesehatan yang tetap berada di lapangan. Walau mereka ada di kondisi tempat yang bukan paling aman di kota ini," ujar Anies. "Jadi jangan dianggap enteng mereka menegakkan sesuatu yang tidak kecil. Mereka ada di tempat yang sangat menegangkan."
Lebih jauh, Anies menyerahkan kasus ini ke pihak polisi. Begitu pula dengan Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Widjatmoko. Menurut Sigit, pihaknya akan bersikap kooperatif untuk pemeriksaan lebih lanjut kasus tersebut.
(wk/zodi)