Warner Bros mengizinkan fotografer untuk mengambil gambar di red carpet, tetapi tidak ada wartawan yang diizinkan mendekat. Hal ini berarti mereka tidak akan menjawab pertanyaan apapun.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 30 September 2019 - 14:45 WIB
WowKeren - Warner Bros menggelar pemutaran perdana film terbaru mereka, "Joker", pada akhir pekan lalu. Acara pemutaran perdana film solo sang Clown Prince of Crime ini berlangsung di TCL Chinese Theatre.
Sayangnya, pemutaran perdana "Joker" ini justru membuat sebagian besar wartawan merasa kecewa. Bukan tanpa alasan, pasalnya Warner Bros mengizinkan fotografer untuk mengambil gambar di red carpet, tetapi tidak ada wartawan yang diizinkan mendekat. Hal ini berarti sutradara Todd Phillips dan Joaquin Phoenix selaku sang pemeran Joker tidak akan menjawab pertanyaan apapun.
Dilansir Variety pada Senin (30/9), juru bicara Warner Bros dengan tegas mengatakan hanya akan ada fotografer di red carpet untuk pemutaran perdana film "Joker". "Banyak yang telah dikatakan tentang 'Joker'. Kami hanya merasa sudah waktunya bagi orang untuk menonton film," ungkap juru bicara tersebut.
Tindakan ini tampaknya dijadikan antisipasi oleh Warner Bros untuk menghindari kontroversi yang makin melebar. Langkah ini dilakukan setelah reaksi negatif terhadap "Joker" selama beberapa minggu terakhir, di mana film ini dikhawatirkan bakal menginspirasi orang lain untuk melakukan tindakan kekerasan.
Diketahui, belum lama ini keluarga serta teman korban pembunuhan massal saat penayangan film "The Dark Knight Rises" di Aurora, Colorado, pada 2012 lalu mengirimkan surat terbuka pada Warner Bros.
Penembakan massal itu terjadi dalam penayangan tengah malam film "The Dark Knight Rises" yang menyebabkan 12 korban meninggal dunia dan 70 lainnya terluka. Setelah kejadian itu, Warner Bros selaku produser film berdonasi untuk keluarga korban. Meski demikian, kini para keluarga korban khawatir kejadian buruk bakal terjadi setelah "Joker" tayang.
Warner Bros sendiri sebenarnya sudah buka suara menanggapi kontroversi ini. Studio raksasa yang membawahi DCEU ini mengklaim bahwa sejak awal "Joker" bukanlah sebuah film tentang superhero, namun juga tidak menyampaikan pesan tentang ajakan berbuat kejahatan.
Pada Kamis (26/9), Warner Bros juga mengatakan bahwa beberapa bioskop sudah meningkatkan keamanan mereka jelang pemutaran "Joker". Bahkan anggota layanan militer Amerika Serikat juga diperintahkan untuk mewaspadai terhadap kemungkinan terjadinya penembakan massal.
"Departemen Kepolisian Los Angeles sadar akan keprihatinan publik dan signifikansi historis yang terkait dengan pemutaran perdana 'Joker,'" kata juru bicara Josh Rubenstein. "Meskipun tidak ada ancaman yang kredibel di daerah Los Angeles, departemen akan mempertahankan visibilitas tinggi di sekitar bioskop ketika dibuka."
Sementara itu, "Joker" tentunya menjadi salah satu proyek terbaru Warner Bros yang terpisah dari DCEU dan tidak mengadaptasi versi komiknya. Film ini akan mengisahkan sosok Arthur Fleck alias Joker dengan latar tahun 1980-an, dan berfokus pada kisah orisinal Joker serta asal-usulnya. "Joker" sendiri siap menyapa penggemar pada 4 Oktober mendatang.
(wk/luth)