Kasus penyerangan dan penusukan yang dialami Menkopolhukam Wiranto disesalkan berbagai pihak. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bahkan mengingatkan bahwa peristiwa ini merupakan peringatan awal untuk kepolisian menjaga keamanan masyarakat.
- Nidya Putri
- Jumat, 11 Oktober 2019 - 08:56 WIB
WowKeren - Kasus penyerangan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto disesalkan oleh berbagai pihak. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bahkan mengecam peristiwa penusukan tersebut.
"Atas alasan apapun, tindakan anarkis dan membahayakan nyawa manusia tersebut tidak dibenarkan hukum," ujar Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (10/10). "Siapapun pelakunya harus diproses secara hukum agar kejadian serupa tidak menimpa siapapun di kemudian hari."
Lebih lanjut pemilik panggilan akrab Bamsoet itu menjelaskan bahwa kecaman ini bukan karena penusukan tersebut ditujukan kepada Pak Wiranto yang kebetulan seorang pejabat publik. Namun, tindakan membahayakan nyawa orang lain apalagi ini bisa masuk kategori percobaan pembunuhan.
Kejadian ini pula disebut Bamsoet sebagai peringatan awal untuk pihak kepolisian untuk menjaga keamanan masyarakat. "Kejadian ini sekaligus menjadi early warning bagi kepolisian yang bertanggungjawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.
Dengan adanya kejadian ini juga, Bamsoet berharap agar masyarakat tidak terprovokasi atas kejadian tersebut. Dirinya percaya, kepolisian bisa segera menyelesaikan masalah ini sesuai ketentuan yang berlaku.
"Walaupun kejadian tersebut berdekatan dengan waktu pelantikan Presiden - Wakil Presiden 2019-2024, namun tidak perlu didramatisir secara berlebihan," jelas Bamsoet. "Kepolisian harus segera mengusut tuntas motif pelaku, agar di masyarakat tidak berkembang berbagai teori konspirasi yang kadangkala justru menimbulkan berbagai prasangka, kekhawatiran dan ketakutan."
Ketua MPR RI itu juga memastikan bahwa kondisi Indonesia secara umum masih sangat baik, aman, damai dan terkendali. Karena itu masyarakat, pelaku usaha, maupun investor tak perlu khawatir.
"Selain ada Polri, kita juga punya TNI yang selalu siap sedia menjaga kedamaian Indonesia. Sinergi Polri dan TNI yang sudah berjalan dengan baik harus terus ditingkatkan," pungkasnya. "Masyarakat juga tetap waspada terhadap berbagai upaya yang berusaha memecah belah NKRI."
Sebelumnya, telah diberitakan bahwa Menkopolhukam Wiranto mengalami penyerangan saat berkunjung di Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10). Menurut keterangan yang didapatkan dari Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyebutkan pelaku penyerangan tersebut adalah pasangan suami istri.
Kedua pelaku yang sudah diamankan oleh aparat keamanan tersebut diduga terpapar paham radikalisme dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Hingga kini kondisi Wiranto sudah cukup baik setelah menjalani operasi selama 3 jam di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.
(wk/nidy)