Pelantikan Jokowi, Keluarga Mahasiswa Tewas Tuntut Keadilan Kasus Penembakan Kendari
Nasional

Keluarga mahasiswa yang menjadi korban tewas saat aksi demonstrasi di Kendari menuntut keadilan kepada presiden Joko Widodo setelah menjalani pelantikan.

WowKeren - Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin telah menjalani pelantikan menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 pada Minggu (20/10) kemarin di Gedung Nusantara, Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta. Pelantikan ini tentunya telah memunculkan banyak harapan baru bagi masyarakat untuk Jokowi dan Ma'ruf Amin.

Salah satunya adalah harapan dari keluarga mahasiswa yang menjadi korban tewas dalam aksi demonstrasi di Kendari. Himawan Randi merupakan mahasiswa Universitas Halu Oleo yang menjadi korban tewas saat aksi unjuk rasa berakhir dengan kericuhan di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kota Kendari pada Kamis (26/9) lalu.

Randi tewas karena menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh aparat keamanan. Orangtua Randi kini menyatakan harapan mereka kepada Jokowi dan Ma'ruf Amin selaku pemimpin Indonesia yang baru pada periode ini untuk segera mengusut tuntas kasus kematian yang menimpa anak mereka.

Ibu Randi, La Sali mengungkapkan jika dirinya masih mengalami trauma hingga saat ini akibat kehilangan sang putra. Bahkan La Sali mengaku jika hingga kini dirinya masih enggan mengangkat telepon untuk membicarakan kembali kasus yang menimpa Randi.

La Sali menyampaikan sebagai orangtua, dirinya mendesak pemerintahan Jokowi untuk segera mengungkap pelaku yang memiliki andil dalam penembakan Randi. Perempuan berusia 48 tahun tersebut menyesalkan kinerja kepolisian yang dinilai lambat dalam menangani kasus ini.


"Harapan saya sebagai orang tua korban kepada Presiden Jokowi yang dilantik hari ini untuk segera menuntaskan dan menemukan pelaku penembakan anak saya agar diproses secara hukum yang berlaku," kata La Sali seperti dilansir dari CNNIndonesia. "Polisi sangat lambat mengungkap kasus ini, karena sampai saat ini belum ada yang diungkap siapa pelaku penembakan."

La Sali juga pernah berbicara dengan polisi terkait penanganan kasus kematian Randi. Kala itu, polisi telah berjanji untuk segera memproses kasus tersbeut dengan cepat. La Sali lantas meminta pihak kepolisian untuk terus bersikap transparan dalam menangani kasus kematian Randi.

"Tapi saya jawab kenapa sampai saat ini belum ditemukan orangnya yang menembak," ujar La Sali. "Saya ingin kasus ini segera diungkap agar orang tua korban bisa puas."

Harapan serupa juga disampaikan oleh keluarga korban tewas lainnya yaitu Muhammad Yusuf Kardawi yang juga meninggal karena insiden demonstrasi di Kendari. Ibu Yusuf Kardawi, Endang mengungkapkan jika saat ini ia telah mengikhlaskan kematian sang anak. Namun Endang tetap berharap agar polisi segera mengungkap penyebab kematian Yusuf.

"Saya sudah mengikhlaskan karena ini sudah takdir Tuhan. Kalau memang ada keadilan untuk anak saya, maka harus diungkap siapa pelakunya," kata Endang saat dihubungi melalui telepon selulernya. "Saya titip menyuarakan keadilan untuk anak saya. Seandainya anak saya masih bersuara, dia sudah sampaikan bahwa ini pembunuhnya."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait