Jokowi Dikritik Walhi Karena Tak Sebutkan Masalah Lingkungan Di Pidato Perdananya
Instagram/kemensetneg.ri
Nasional

Presiden Jokowi telah menyampaikan pidato perdananya usai acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Minggu (20/10). Namun, pidato mendapat kritikan dari pihak Walhi karena tak menyebutkan soal isu lingkungan hidup yang tengah dihadapi Indonesia.

WowKeren - Joko Widodo telah resmi dilantik sebagai Presiden RI pada Minggu (20/10). Seusai acara sumpah dan pelantikan tersebut, Jokowi pun melakukan pidato perdananya.

Namun, dalam pidato tersebut Jokowi tidak mengangkat isu terkait lingkungan hidup. Karenanya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengkritik pidato tersebut. Pasalnya, sumber daya manusia Indonesia dihadapkan dengan kualitas lingkungan hidup yang memburuk.

"Tentu disayangkan isu lingkungan hidup sebagai tantangan ke depan tidak disampaikan dalam pidato pelantikan," ujar Koordinator Desk Politik Walhi Khalisah Khalid, Minggu (20/10) malam. "Karena sumber daya manusia yang digadang-gadang akan menjadi tulang punggung Indonesia ke depan, justru dihadapkan pada kualitas lingkungan hidup yang memburuk."

Khalisah menilai jika Presiden Jokowi mungkin lupa bahwa antara kualitas lingkungan hidup dengan SDM berkaitan. Karena SDM yang baik salah satunya ditentukan oleh kualitas lingkungan hidup.

"Mungkin Pak Jokowi lupa, bahwa SDM yang baik bukan hanya ditentukan oleh ekosistem politik dan ekosistem ekonomi yang kondusif," terangnya. "Namun SDM yang tangguh ditentukan oleh ekosistem yang baik."


Selain itu, Khalisah juga menyinggung soal bonus demografi yang disebut-sebut bakal terjadi di tahun 2045. Menurutnya, pemerintah akan mengalami kesulitan untuk memanfaatkan bonus demografi di masa itu jika kondisi lingkungan tak menjadi perhatian sejak saat ini.

"Bonus demografi yang diharapkan pada akhirnya sulit tercapai dengan kualitas lingkungan hidup yang memburuk dan tidak adanya agenda pemulihan lingkungan sebagai penopang lahirnya SDM yang unggul," paparnya. Sebelumnya, Jokowi telah menyampaikan pidatonya pada acara pelantikan di atas mimbar Ruang Sidang Paripurna, gedung Nusantara, kompleks parlemen, Minggu (21/10).

Dalam pidato tersebut, Jokowi telah menyampaikan sejumlah prioritas dalam pemerintahannya di periode kedua 2019-2024. Di mana prioritas yang utama adalah pembangunan SDM Indonesia yang unggul.

Lalu yang kedua adalah pembangunan infrastruktur untuk menggenjot perekonomoian Indonesia. Ketiga, Jokowi ingin menyederhanakan regulasi. Keempat, penyederhanaan birokrasi. Terakhir adalah transformasi ekonomi.

"Kita harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait