Gemar Koleksi Asbak Dari Berbagai Negara, Anji Ingin Bangun Museum Pribadi
Instagram/duniamanji
Selebriti

Anji mengungkapkan bahwa dirinya punya keinginan untuk membangun museum pribadi. Pasalnya, ia mengaku gemar mengoleksi souvenir asbak dari berbagai negara.

WowKeren - Baru-baru ini Anji mengungkapkan hal yang mengejutkan. Pasalnya, pemilik nama asli Erdian Aji Prihartanto itu mengatakan bahwa dirinya ingin membangun museum pribadi.

Diceritakan oleh Anji bahwa hal ini bermula dari kegemarannya yang sering mengoleksi barang-barang unik. Anji lantas memaparkan bahwa salah satu benda yang jadi koleksinya adalah pulpen dan pensil hotel.


Pasalnya, pelantun lagu “Bidadari Tak Bersayap” ini memiliki kebiasaan untuk membawa pulang setiap alat tulis yang ada di hotel tempat dia menginap. Anji sendiri menyadari bahwa benda yang ia kumpulkan tersebut adalah hal yang remeh.

"Ada hal-hal remeh yang saya kumpulkan," tutur Anji dilansir dari Okezone, saat ditemui di kawasan Cikajang, Jakarta, Selasa (22/10). Anji kemudian menceritakan bahwa dalam satu tahun ia bisa bertandang sekaligus menginap di 50 hotel yang berbeda.

"Dalam satu tahun paling enggak saya ke lebih 50 hotel di sekeliling Indonesia,” papar Anji. “Hotel yang belum saya datangin, saya ambil pulpen sama pensilnya."

Meski begitu, pria berusia 41 tahun ini beranggapan bahwa barang remeh yang ia kumpulkan tersebut akan dapat menjadi sangat menarik apabila sudah dalam jumlah banyak.

Bukan hanya alat tulis, rupanya Anji juga mengumpulkan asbak yang jadi sovenir di beberapa negara. Ayah dengan tiga ini mengaku suka mengoleksi hal tersebut lantaran akan sangat menarik apabila souvenir asbak yang ia dapatkan dari berbagai negara tersebut disejajarkan dalam satu meja.

"Jadi kalau kita beli pada saat kita kumpulin banyak,” tutur Anji. “Kumpulin deh sampai 20 biji, itu kelihatan keren banget. Asli keren, satu meja ini isinya asbak."

Kendati demikian, Anji bercita-cita untuk membuka museum pribadi dari semua koleksi uniknya tersebut. Bukan hanya itu, niatan Anji untuk membuka museum tersebut juga dilandasi dengan harapan agar ada kenangan berharga tentang dirinya ketika ia sudah tiada.

Lantaran hal tersebut, Anji menyadari bahwa dirinya harus dikenal banyak orang terlebih dahulu sebelum akhirnya sosoknya akan dikenang oleh banyak orang ketika telah tiada. "Tapi ada syaratnya, Anji harus jadi legend dulu," tandas Anji.

You can share this post!

Related Posts