Ketua KPK yang akan purna tugas pada Desember 2019 mendatang, Agus Rahardjo, mengaku bahwa tekanan tersebut selain dirasakan para pegawai juga sempat menyasar keluarganya.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 26 Oktober 2019 - 20:01 WIB
WowKeren - Perjuangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani perkara rasuah tak selalu berjalan mudah. Sejumlah perkara korupsi besar yang tak jarang merugikan negara hingga triliunan rupiah diakui memang menyulitkan KPK.
Ketua KPK, Agus Rahardjo, juga mengaku bahwa perkara besar yang melibatkan tokoh-tokoh penting juga menyulitkan pihaknya. "Kasus yang ditangani itu kalau kasusnya besar, melibatkan orang penting dan orang besar itu biasanya memang penanganannya susah sekali dan biasanya lama," tutur Agus di Sukabumi pada Sabtu (26/10).
KPK sendiri tercatat telah menangani sejumlah kasus korupsi yang banyak melibatkan pelaku profile. Salah satunya adalah kasus korupsi pengadaan e-KTP yang melibatkan mantan Ketua DPR Setya Novanto.
Lalu ada pula kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang melibatkan pengusaha Sjamsul Nursalim. Selain itu, sejumlah perkara korupsi lain juga kerap melibatkan unsur Kepala Daerah.
Menurut Agus, pihaknya merasakan banyak tekanan kala menangani perkara besar yang melibatkan pelaku high profile. Selain dirasakan oleh pegawai KPK, tekanan tersebut juga pernah menyasar keluarga Agus.
"(Perkara dengan pelaku high profile) itu juga mohon maaf pressure-nya cukup kuat, baik pada saya sendiri dan juga lingkungan saya termasuk keluarga," tutur Agus. "Jadi itu mau tidak mau harus diakui ada."
Namun, Agus enggan mengungkap perkara mana saja yang menyita banyak tenaga dan pikiran. Ketua KPK yang purna tugas pada Desember 2019 mendatang itu hanya kembali menegaskan bahwa penanganan kasus korupsi yang melibatkan tokoh besar memang cukup rumit.
"Kasusnya saya enggak perlu sebut satu per satu ya," terang Agus. "Tetapi kasus yang besar, melibatkan tokoh besar itu biasanya memang complicated, waktunya panjang dan memberikan tekanan yang cukup besar."
(wk/Bert)