Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebutkan bahwa isu radikalisme yang kian marak bisa dicegah jika masyarakat dan pemerintah bersinergi mengamalkan Pancasila.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 11 November 2019 - 09:31 WIB
WowKeren - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berbicara mengenai kondisi pertahanan di Indonesia. Ia menyebut selalu ada bangsa lain yang ingin menghancurkan Indonesia. Oleh sebab itu, meskipun Indonesia sudah memperoleh kemerdekaannya namun para elite harus tetap waspada.
"Negara kita dari sejak lahir selalu ingin dihancurkan oleh bangsa lain," kata Prabowo di Sleman, Minggu (10/11). "Ini harus disadari oleh elit bangsa Indonesia. Jangan kita menerima kemerdekaan dan kedaulatan kita seolah tidak diganggu (bangsa lain)."
Ia mengatakan bahwa dengan jabatan yang diemban olehnya, mantan Danjen Kopassus itu bertekad untuk membangun kekuatan pertahanan Indonesia. Dengan begitu, tidak akan ada bangsa lain yang mengganggu.
Ia berkomitmen akan secara serius menjalankan tugasnya sebagai Menhan. Ia ingin memperkuat pertahanan Indonesia. Dengan begitu, Indonesia tidak akan diganggu oleh negara lain.
"Kalau kita lemah kita pasti akan diganggu, karena itu, kehormatan yang diberikan kepada saya oleh Presiden (Jokowi) untuk menjadi Menteri Pertahanan saya anggap sangat-sangat serius," lanjut Prabowo. "Karena saya bertekad untuk membangun kekuatan pertahanan Indonesia, sehingga Indonesia tidak diganggu oleh siapapun."
Dikatakan Prabowo, Indonesia tidak pernah ingin mengganggu bangsa lain. Meski demikian, hal itu bukan jaminan bahwa Indonesia juga tidak akan diganggu jika pertahanan tidak kuat. "Kita tidak mau mengganggu bangsa lain, tapi kita harus kuat agar tidak diganggu bangsa lain," imbuh Prabowo.
Terkait isu radikalisme yang belakangan kian marak, Prabowo menyebut agar pemerintah dan masyarakat bersinergi untuk mengamalkan Pancasila. Sebab jika tidak diamalkan dengan sungguh-sungguh, maka Pancasila hanya akan menjadi slogan. Ia menekankan bahwa peran pemerintah dalam hal ini sangat diperlukan.
"Tentunya Pancasila tergantung para pemimpin," tegas Prabowo. "Kalau pemimpin tidak menjaga, Pancasila hanya jadi mantra, jadi slogan tapi rakyat menderita."
Lebih jauh, ia menyebut bahwa isu radikalisme muncul masih berkaitan dengan kondisi masyarakat yang belum sejahtera. "Tapi kalau masih ada rakyat (berada di garis) kemiskinan, susah (mendapatkan) pekerjaan itu berarti kita tidak tidak utuh dan tidak setia kepada Pancasila," imbuh Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
(wk/zodi)