Klaim Habib Rizieq Berkali-kali 'Digagalkan' Pulang, Fadli Zon: Seperti Ada Pesanan
Nasional
Kepulangan Habib Rizieq

Menurut Fadli Zon, dirinya kerap bertemu dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq di Arab Saudi tatkala menunaikan ibadah umrah atau haji dalam beberapa tahun terakhir

WowKeren - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, turut mengomentari isu pemulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq. Fadli mengaku sudah lama mengetahui adanya upaya pencekalan Habib Rizieq di Arab Saudi supaya tidak bisa pulang ke Indonesia.

Menurut Fadli, dirinya kerap bertemu dengan Habib Rizieq di Saudi tatkala menunaikan ibadah umrah atau haji dalam beberapa tahun terakhir. Fadli pun mengaku bahwa Habib Rizieq sendiri yang menceritakan upaya pencekalan itu kepada dirinya.


"Aspirasi dari beliau itu, beliau sendiri waktu itu, ketika visanya mau habis, sudah berada di bandara. Bahkan, anak dan istrinya sudah melewati imigrasi," jelas Fadli. "Tetap Habib Rizieq sendiri yang tidak bisa lewat dari imigrasi. Kemudian akhirnya kembali lagi."

Habib Rizieq yang seakan-akan "digagalkan" untuk pulang tersebut, tutur Fadli, telah berulang kali terjadi. "Dan ini berulang, berkali-kali, seperti ada pesanan," tutur Fadli.

Meski demikian, Fadli mengaku bahwa dirinya tidak tahu siapa pihak yang memesan pencekalan Habib Rizieq pulang ke Tanah Air. Mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut hanya mengetahui bahwa tidak ada persoalan hukum yang seharusnya dapat merintangi Habib Rizieq untuk pulang.

"Saya tidak tahu pesanan dari mana. Tetapi tidak ada pelanggaran-pelanggaran yang terkait dengan hukum, overstay dan sebagainya," jelas Fadli. "Jadi memang ada upaya supaya Habib Rizieq tidak kembali ke Indonesia. Itu yang dilaporkan kepada saya tempo hari."

Selain itu, Fadli juga menilai bahwa apabila pemerintah Indonesia benar-benar berniat untuk memulangkan Habib Rizieq, maka itu hanyalah perkara mudah. Apalagi jika pemerintah Indonesia memang berniat melindungi Habib Rizieq sebagaimana Warga Negara Indonesia (WNI).

"Kalau pemerintah sekarang ini mau, mudah sekali. Saya kira ukuran satu hari selesai ibaratnya," terang Fadli. "Karena pasti ada tangan-tangan tidak terlihat yang ketika itu memang menginginkan beliau tidak kembali ke Indonesia."

You can share this post!

Related Posts