Wamenag Zainut Tauhid Imbau Publik Berhenti Debat Salam Semua Agama
Instagram
Nasional

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid meminta semua pihak berhenti berdebat tentang imbauan para pejabat tidak menggunakan salam semua agama dalam acara resmi agar tak berujung terganggunya harmonisasi antar-agama.

WowKeren - Akhir-akhir ini masyarakat tengah dihebohkan dengan pelarangan salam semua agama yang pertama kali dikemukakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim). Larangan tersebut menuai respon berbagai pihak, dari yang setuju hingga tak setuju akan hak ini.

Menanggapi perdebatan tersebut, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid meminta agar semua pihak berhenti untuk berdebat mengenai hal ini. Hal ini karena ia khawatir jika perdebatan tersebut dapat berujung pada terganggunya harmonisasi antar-agama di Indonesia.

"Hendaknya semua pihak menghentikan perdebatan masalah ucapan salam," kata Zainut Tauhid dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (12/11). "Karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu harmoni kehidupan umat beragama."

Zainut kemudian mengungkapkan bahwa ia menghargai berbagai pandangan dan pendapat baik yang melarang maupun yang membolehkan salam semua agama karena masih dalam koridor dan batas perbedaan yang bisa ditoleransi. Namun, Zainut meminta agar seluruh pihak mengutamakan persaudaraan terkait polemik ini.


"Semua pihak hendaknya membangun pemahaman yang positif," tuturnya. "Mengembangkan semangat toleransi dan merajut tali persaudaraan baik persaudaraan Islam, persaudaraan kebangsaan maupun persaudaraan kemanusiaan."

Zainut pun mengimbau supaya para pemimpin umat beragama mau berdialog untuk membahas masalah tersebut secara kekeluargaan. Hal ini bertujuan agar masing-masing pihak dapat memahami permasalahan dengan benar.

"Kami mengimbau agar para pemimpin umat beragama baik intern maupun antar-umat beragama melakukan dialog untuk membahas dan mendiskusikan masalah tersebut dengan cara kekeluargaan," kata Zainut yang dilansir Detik pada Selasa (12/11). "Sehingga masing-masing pihak dapat memahami permasalahannya secara benar."

Di sisi lain, menteri Agama Fachrul Razi berpendapat jika adab mengucapkan salam harus disesuaikan dengan konteks acaranya. Pria kelahiran Banda Aceh itu menyebutkan jika peserta kegiatan berasal dari kalangan beragam agama, maka hendaknya diberi salam yang umum saja.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait