MUI Jatim Larang Salam Semua Agama, Buya Syafii Nilai Janggal
Instagram /buyasyafii
Nasional
Imbauan MUI Salam Lintas Agama

Sebelumnya, majelis Ulama Indonesia Jawa Timur melalui surat edaran yang dikeluarkan, mengimbau agar pejabat tak menggunakan salam pembuka semua agama di acara resmi.

WowKeren - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Buya Syafii Ma'arif ikut angkat bicara mengenai larangan Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur terkait penggunaan salam pembuka semua agama saat acara resmi. Buya menganggap hal itu janggal.

Ia meminta agar MUI tidak terlalu ketat dalam membuat aturan. Sebab, Indonesia merupakan negara Bhinneka Tunggal Ika dimana penghuninya bukan hanya orang muslim.


"Saya rasa janggal, jangan terlalu ketat begitu," kata Buya di Jalan Ringroad Barat, Dusun Turusan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (10/11). "Kita kan sebuah bangsa plural, Bhinneka Tunggal Ika. Mereka yang non muslim juga kadang-kadang kan memakai salam juga, jangan terlalu ketat."

Buya mengimbau agar masyarakat paham dan mengamalkan nilai Bhinneka Tunggal Ika. Hal itu sangat diperlukan untuk menjaga keutuhan bangsa dari perpecahan. Lebih lanjut, ia meminta agar tidak ada pihak yang merasa dirinya eksklusif. "Kita harus menjaga keutuhan bangsa, kebersamaan kita. Kita tidak boleh eksklusif, tapi selalu inklusif," ucapnya.

Sebelumnya, MUI Jatim mengimbau agar para pejabat tak memakai salam pembuka semua agama saat sambutan resmi. Adapun imbauan tersebut terlampir dalam surat bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang diteken Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori.

Terkait surat ini, Kiai Somad membenarkan adanya. Somad menilai bahwa dalam Islam, salam diartikan sebagai doa. Yang mana, juga doa merupakan ibadah. Untuk itu, tak baik jika mencampuradukkan ibadah satu dengan yang lain.

"Jadi begini, kami menandatangani atau membuat seruan itu karena doa itu adalah ibadah," kata Somad dilansir dari Detik, Senin (11/11). "Misalnya saya terangkan salam, Assalamualaikum itu doa, salam itu termasuk doa dan doa itu ibadah."

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas menyatakan imbauan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan Alquran dan Alhadis. "Oleh karena itu seorang muslim harus berhati-hati di dalam berdoa dan jangan sampai dia melanggar ketentuan yang ada," kata Anwar melalui keterangan tertulis seperti dilansir dari CNN Indonesia, Senin (11/11).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts