Bom Bunuh Diri Medan Jatuh Korban, 5 Polisi dan 1 Sipil Terluka
Twitter/RadioElshinta
Nasional
Teror Bom Polrestabes Medan

Diketahui jika ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan telah menjatuhkan sejumlah korban. Di antaranya adalah 5 Polisi dan 1 Sipil yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

WowKeren - Aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh oknum yang menggunakan atribut ojek online (ojol) di Polrestabes Medan, Sumatera Utara tengah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Diketahui peristiwa tersebut memakan sejumlah korban yang mengalami luka-luka.

Sebanyak enam orang terluka akibat aksi bom bunuh diri tersebut. Dari jumlah tersebut salah satunya adalah warga sipil yang menjadi korban. Hal ini disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal.

"Ada 6 korban, 5 dari personel Polri dan satu sipil," kata Irjen Muhammad Iqbal di SICC, Sentul, Rabu (13/11). Berdasarkan laporan sementara, luka yang dialami korban tidak parah.

Namun, ledakan bom tersebut telah merusak beberapa kendaraan. "Ada beberapa kendaraan dinas juga rusak," ungkap Iqbal.


Sementara itu, menurut kesaksian warga mengatakan bahwa dirinya mendengar ledakan sekitar pukul 08.45 WIB. Begitu mendengar suara ledakan tersebut, Anugerah yang merupakan warga sekitar langsung keluar dari kamar kos bersama temannya karena panik.

"Pukul 08.45 WIB terdengar suara ledakan sekali," kata Anugerah dikutip Detikcom, Rabu (13/11). Setelahnya ia pun mencari tahu sumber suara ledakan tersebut. "Suaranya kencang, ternyata ledakan di polres," sambungnya.

Sebelumnya telah diketahui jika pelaku sempat melakukan pemeriksaan di pintu depan. "Yang bersangkutan sudah dua kali diperiksa karena tindak tanduknya mencurigakan," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja.

Berdasarkan laporan Kompas, terduga pelaku sempat melawan dan memaksa menerobos masuk Polrestabes Medan hingga menuju Bagian Operasional. Pelaku diketahui meledakkan bom di halaman parkir. "Saat dicegah, dia melakukan perlawanan dan langsung melarikan diri ke dalam," lapor jurnalis Kompas TV, Bahri Nasri, dalam siaran langsung Kompas TV pada Rabu (13/11).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts