Marak Teror Penyiraman Air Keras di Jakbar, Polisi Bentuk Tim Khusus
Nasional

Teror penyiraman air keras yang terjadi di wilayah Jakarta Barat telah memakan dua korban yaitu siswi SMP dan seorang ibu-ibu penjual sayur. Oleh karena itu, polisi akan membentuk tim khusus untuk mendalami dan menuntaskan kasus tersebut.

WowKeren - Selama sepekan terakhir warga Jakarta Barat dihantui oleh teror penyiraman air keras. Mulai tukang sayur keliling hingga siswi SMP pun menjadi korban oknum tak bertanggung jawab tersebut.

Karenanya, jajaran kepolisian di Polres Metro Jakarta Barat akan membentuk tim khusus untuk mengejar pelaku. Saat ini tim tengah mengidentifikasi pelaku yang berada di dua lokasi yang berbeda.

"Kami sudah bentuk tim khusus gabungan Polsek dan Polres untuk mengusut kasus itu," kata Kapolsek Kembangan Jakarta Barat, AKP Fahrul Sudiana dilansir Detikcom, Rabu (13/11).

Seperti yang sudah disebutkan di awal, sebelumnya telah terjadi kasus penyiraman air keras di Jakarta Barat. Di mana peristiwa pertama terjadi di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan korbannya seorang siswi SMPN 229 Kebon Jeruk.


Peristiwa tersebut terjadi saat korban baru pulang sekolah pada Selasa (5/11) lalu. Saat itu korban sedang berjalan bersama temannya, namun tiba-tiba korban didekati pelaku yang langsung menyiramkan air keras ke wajahnya.

Beruntung siswi berinsial AE dan temannya P bisa menghindar. Meski begitu air keras tersebut tetap mengenai bahu atas, lengan hingga siku korban.

Sedangkan kasus kedua dialami oleh pedagang sayur bernama Ibu Sakinah (60). Ibu Sakinah tersebut telah disiram dengan air keras saat dirinya berada di kawasan Jalan Aries Utama, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

Sementara itu, hingga saat ini polisi masih mencari petunjuk untuk menyelidiki kasus tersebut. Mereka juga tengah memeriksa rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi untuk mendalami kasus penyerang air keras tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Kembangan, AKP Fahrul Sudiana. "Ini kami sedang dalami beberapa cctv nya dan mencari motif dan kronologinya," imbuhnya, Senin (11/11) lalu.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts