Disebut Berstatus Mahasiswa, Pelaku Bom Bunuh Diri Medan Tak Tercatat di Kemendikbud
Twitter/RadioElshinta
Nasional
Teror Bom Polrestabes Medan

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan bahwa pelaku berinisial RMN yang berusia 24 tahun merupakan seorang pelajar atau mahasiswa.

WowKeren - Mabes Polri menyebut pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, RMN, diduga berstatus pelajar atau mahasiswa. Namun, dugaan ini bertolak belakang dengan apa yang ditemukan oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud Ismunandar menegaskan bahwa tidak ada mahasiswa berinisial RMN dalam dalam catatannya. "Di data kami, tidak ada mahasiswa atas nama di atas," ucap Ismunandar dilansir dari Antara, Kamis (14/11).

Ismunandar juga mengungkapkan bahwa RMN juga tidak menamatkan sekolahnya di jenjang SMK. Oleh sebab itu namanya pun juga tidak tercatat dalam data Kemendikbud sebagai mahasiswa.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan bahwa pelaku berinisial RMN berusia 24 tahun. "Pelaku atas nama RMN, 24 tahun, lahir di Medan, statusnya pelajar atau mahasiswa," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/11).


Saat melancarkan aksinya, RMN menggunakan atribut yang biasa digunakan oleh mitra pengemudi ojek online. Terkait hal itu, Dedi mengatakan bahwa atribut ojek online hanya digunakan oleh pelaku sebagai penyamaran. "Itu penyamaran, tadi saya sudah sampaikan status yang bersangkutan adalah mahasiswa atau pelajar," kata Dedi.

Diberitakan sebelumnya, terjadi ledakan di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11). Tercatat ada 6 korban luka, 4 di antaranya merupakan petugas kepolisian, 1 pegawai lepas, dan 1 warga sipil yang tengah berada di dekat kejadian. Akibat ledakan itu, pihak kepolisian meminta agar kantor polisi seluruh Indonesia meningkatkan kewaspadaannya.

"Sesuai dengan standar pengamanan prosedur," ujar Dedi. "Untuk seluruh anggota Polri melaksanakan peningkatan kewaspadaan."

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta warga untuk tidak panik. "Warga Sumatra Utara, tetap tenang. Sudah ditangani oleh aparat hukum yang berhak menanganinya. Tenang, berikan masukan kalau itu menjadi mengetahui. Kalau tidak, diam, tenang, doakan bahwa kita akan selesaikan," kata Edy di Sentul, Bogor, Rabu (13/11).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts