Tanggapan Sukmawati Usai Terseret Penistaan Agama: Belajar Sejarah Juga
Nasional

Telah dilaporkan ke kepolisian setelah dinilai melakukan penistaan agama, Sukmawati Soekarnoputri mengingatkan masyarakat untuk tidak lupa belajar sejarah.

WowKeren - Sukmawati Soekarnoputri telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh anggota Koordinator Bela Islam (Korlabi) karena dianggap melakukan penistaan agama dalam sebuah forum yang videonya beredar di media sosial. Sukmawati pun angkat bicara mengenai permasalahannya tersebut.

Sebelumnya Sukmawati melalui video yang tersebar dinilai melakukan penistaan agama setelah bertanya kepada para hadirin acara tentang Pancasila dan Alquran. Sukmawati lantas membandingkan mana yang lebih baik antara Presiden Republik Indonesia yang pertama yakni Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW.

Sontak pernyataan tersebut memicu kontroversi di kalangan masyarakat karena dinilai menistakan agama Islam. Publik pun meminta agar Sukmawati lebih memperdalam ilmu agama Islam.

Menanggapi hal itu, Sukmawati balas memberikan pernyataan dengan mengatakan perlunya belajar sejarah dengan baik. "Minta tolong belajar sejarah juga dengan lebih baik," kata Sukmawati seperti dilansir dari Detik, Senin (18/11).

Putri Soekarno ini lantas menyayangkan reaksi dari sejumlah pihak yang terkesan menyudutkan dirinya atas pernyataannya tersebut. Menurut Sukma, orang-orang yang menyudutkannya perlu melihat ulang video pidato dirinya saat menyinggung Nabi Muhammad dan Soekarno secara utuh.


"Lebih baik betul-betul dicari video lengkap 'Ibu Sukma nih sebenarnya bicaranya bagaimana sih?'," jelas Sukmawati. "Ada contoh anak muda, dia itu dengan sangat teliti cermat mencari video aslinya kemudian dia tahu, 'Sebetulnya ibu Sukma ini nggak bicara yang salah'."

Lebih lanjut Sukmawati menjelaskan jika maksud isi pidatonya adalah ia berusaha menekankan makna nasionalisme dimana hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari sejarah bangsa Indonesia. Pidato tersebut bertujuan agar generasi muda dapat memahami arti nasionalisme dan patriotisme yang telah berkembang sejak era kepemimpinan Soekarno.

"Saya berbicara konteks nasionalisme kan tidak bisa dipisahkan dari dari perjalanan sejarah bangsa. Yang mempunyai rasa nasionalisme dan patriotisme itu kan mulai diajarkannya, mulai berkembang sejak dipimpin Bung Karno," papar Sukmawati. "Generasi muda supaya lebih paham sejarah bangsa Indonesia tentang tokoh-tokoh yang betul-betul berjuang untuk bangsa ini."

Oleh sebab itu, Sukmawati meminta agar masyarakat tidak menanggapi pidatonya tersebut dengan respons negatif dan mudah terprovokasi. Ia lantas menyalahkan oknum tidak bertanggungjawab yang telah mengedit video yang beredar tersebut sehingga disalahartikan.

"Jangan bersikap reaktif tapi tidak melihat yang video aslinya, hanya hasil editingnya," tutur Sukmawati. "Itu hasil tangan-tangan jahil, jangan gampang terprovokasi."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait