Kisah Billy Papua, Anak Penjual Kue yang Sukses Jadi Mahasiswa Oxford dan Stafsus Jokowi
Nasional

Gracia Billy Yosaphat Mambrasar alias Billy Papua sempat melepaskan pekerjaan bergengsinya di perusahaan asal Inggris untuk mengurus yayasan 'Kitong Bisa' yang memfokuskan diri pada persoalan pendidikan anak-anak Papua.

WowKeren - Presiden Joko Widodo baru saja menunjuk 7 staf khusus baru untuk mendampinginya. Salah satunya adalah sosok milenial asal Papua, Gracia Billy Yosaphat Mambrasar.

Pemuda yang akrab disapa Papua tersebut merupakan mahasiswa Oxford. Nantinya, Billy akan berfokus di bidang daerah tertinggal.

"Billy adalah putra tanah Papua, lulusan ANU (Australian National University) dan sekarang, sebentar lagi, selesai di Oxford. Oktober akan masuk ke Harvard untuk S3-nya," tutur Jokowi di beranda Istana Negara pada Kamis (21/11) sore. "Billy adalah talenta hebat tanah Papua yang kita harapkan ke depan berkontribusi dengan gagasan positif."

Sukses menjadi salah satu staf khusus Jokowi, Billy rupanya berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ia lahir di Serui, Kepulauan Yapen, Papua.

Ayah Billy adalah seorang guru, sedangkan sang ibu membantu ekonomi keluarga dengan berjualan kue. Saat kecil, Billy kerap membantu ibunya berjualan.


"Subuh ibu bikin kue, paginya ibu pergi ke pasar jualan," ungkap Billy dilansir Antara. "Kami ke sekolah sambil bawa kue untuk dijual."

Meski rumahnya belum dialiri listrik, semangat Billy untuk belajar tak pernah padam. Ia pun setia melahap buku pelajaran dengan diterangi pelita.

Ketekunan Billy berbuah kala ia mendapatkan beasiswa SMA di Jayapura dari Pemprov Papua. Setelah itu, ia diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB.

Demi menutup biaya hidup, Billy kerap bernyanyi di mana saja, entah itu di pernikahan, kafe, atau mengamen di jalan. Menyanyi memang sudah menjadi hobi Billy semasa kecil.

Pria yang pernah diundang untuk berbicara di depan State Department Amerika Serikat ini lantas mendapatkan pekerjaan bergengsi di salah satu perusahaan minyak dan gas asal Inggris. Namun, Billy meninggalkan pekerjaan dengan bayaran fantastis tersebut dan fokus untuk mengurus "Kitong Bisa".

"Kitong Bisa" merupakan yayasan yang memfokuskan diri pada persoalan pendidikan anak-anak Papua. Aktivitasnya di Yayasan "Kitong Bisa" ini yang membawa Billy mendapat beasiswa untuk menempuh pendidikan lanjutan di Australian National University (ANU) dan Oxford University di Inggris.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait