Nadiem Makarim Disarankan Potong Mata Pelajaran SMP Dan SMA
Reuters
Nasional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim disarankan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) agar memotong jumlah mata pelajaran murid SMP dan SMA.

WowKeren - Ikatan Guru Indonesia (IGI) telah melakukan pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim di kantor Kemendikbud pada Senin (4/11) lalu. Dalam pertemuan tersebut, IGI membahas tentang kurikulum baru dengan Nadiem.

IGI menyarankan agar Nadiem melakukan pemotongan jumlah mata pelajaran di sekolah melalui kurikulum baru. Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim menjelaskan jika penyederhanaan jumlah mata pelajaran di sekolah dinilai dapat meningkatkan mutu pendidikan. Apalagi selama ini beban yang ditanggung siswa dan guru cukup besar.

"Jadi penyederhanaan mata pelajaran ini akan berdampak ke guru juga ke siswa," kata Ramli seperti dilansir CNNIndonesia, Kamis (21/11). "Selama ini beban belajar siswa kita terlalu besar sehingga mereka harus banyak tahu, tapi tidak dalam."

Untuk Sekolah Dasar (SD), IGI menyarankan agar hanya diberikan empat mata pelajaran inti saja. Mata pelajaran tersebut meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan pendidikan agama berbasis Pancasila.

Nantinya mata pelajaran Bahasa Inggris akan diarahkan ke percakapan saat SD sebagai modal siswa yang ingin mempelajari sumber dari luar negeri. Oleh sebab itu, mata pelajaran Bahasa Inggris lewat percakapan ini tidak perlu diajarkan kembali saat SMP dan SMA.


Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) disarankan agar hanya diberikan maksimal lima mata pelajaran saja. Selanjutnya untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), IGI mengusulkan hanya diberikan enam mata pelajaran.

"Saya sampaikan pemilihannya jangan sampai menghilangkan mata pelajaran, harus ada penggabungan mata pelajaran, tapi efektivitasnya tetap diperhitungkan," jelas Ramli. "Jangan sampai ada guru yang kehilangan linearitasnya."

Ramli mengatakan pemerintah perlu melakukan pengkajian lebih lanjut mengenai rencana pemotongan mata pelajaran di SMP dan SMA. Pemotongan ini juga bertujuan agar dapat mengurangi kebutuhan guru di daerah-daerah terpencil. Diharapkan nantinya jumlah guru dapat disebar secara merata ke daerah lainnya.

"Di daerah-daerah terpencil kebutuhan guru menjadi sangat besar hanya karena kebanyakan mata pelajaran," terang Ramli. "Saya kasih contoh (ke Nadiem), ada sekolah di kampung saya di Maros, itu siswanya 35 orang, butuh guru empat belas oranf guru karena sampai hanya 35 siswanya."

Ramli mengatakan jika saran tersebut mendapatkan sambutan positif oleh Nadiem Makarim. IGI pun akan kembali melakukan pertemuan dengan Mendikbud pada bulan depan untuk membahas lebih lanjut mengenai ide ini.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait