Kemarau Panjang Berakhir, Warga Puncak Papua Gembira Sambut Hujan Es
Nasional

Kabupaten Puncak di Papua terletak di kawasan tertinggi di Indonesia, adapun posisinya berada di ketinggian 1.500-4.000 meter di atas permukaan laut sehingga fenomena hujan es selalu ditunggu-tunggu.

WowKeren - Warga Kabupaten Puncak, Papua, akhirnya kembali merasakan hujan es setelah musim kemarau yang cukup panjang. Suhu di sana saat ini bahkan mencapai 2 derajat Celsius.

Tentu saja, perubahan cuaca tersebut disambut meriah oleh masyarakat. Bupati Puncak Willem Wandik menuturkan bahwa hujan es merupakan pertanda baik bagi warga sekitar.

"Kami masyarakat pegunungan sangat bergembira, kami mengucapkan syukur kepada Tuhan," kata Willem, Jumat (22/10). "Setelah mengalami musim kemarau kepanjangan, hujan es turun kembali di kabupaten kami. Ini merupakan pertanda baik, berkah dari alam memberikan tanda kebaikan."

Tentu saja, fenomena hujan es telah dinanti-nanti oleh warga, terutama yang tinggal di belakang pegunungan Carstensz. "Fenomena ini momentum yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kabupaten Puncak yang berada di belakang pegunungan Carstensz. Sekarang suhunya sudah pasti terasa seperti di Eropa, sangat dingin," imbuhnya.


Lebih lanjut, Willem mengimbau warga untuk tetap tenang selama musim hujan es. Pihaknya pun telah menyiapkan stok makanan hingga obat-obatan yang diperlukan. "Kita sudah antisipasi semua, menyiapkan stok makanan dan obat-obatan untuk masyarakat agar masyarakat tetap kondusif," jelas Willem.

Diketahui, Kabupaten Puncak terletak di antara ketinggian 1.500 hingga 4.000 meter di atas permukaan air laut. Posisi ini menjadikan kabupaten tersebut berada di kawasan tertinggi di Indonesia. Tak ayal, transportasi yang memungkinkan di sana hanya melalui jalur udara.

Sejumlah wilayah di Indonesia sudah mulai memasuki musim penghujan. Tentu saja, hal ini menjadi kabar gembira mengingat musim kemarau telah berlangsung lebih lama dari biasanya. Bahkan, ada wilayah di Indonesia yang suhunya mencapai 39 derajat Celsius saat musim kemarau.

Dilansir dari Detik, pada Minggu (20/10) ada tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu tertinggi. Di Makasar misalkan, suhu di sana mencapai 38,8 C. "Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 C, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 C, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 C," kata Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Mulyono R. Prabowo.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait