Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan jika saat ini Indonesia sedang mengalami situasi darurat kerusakan gedung sekolah di sejumlah wilayah.
- Ruth Meliana
- Jumat, 22 November 2019 - 11:34 WIB
WowKeren - Belakangan terakhir ini kerap terjadi berbagai peristiwa sekolah yang rusah hingga mengalami ambruk di sejumlah wilayah Indonesia. Peristiwa terbaru ambruknya sekolah terjadi di SMKN Miri, Sragen, Jawa Tengah.
Peristiwa tersebut telah menyebabkan puluhan siswa yang tengah belajar menjadi korban. Tak hanya itu, peristiwa kerusakan gedung sekolah juga menimpa SDN Gentong Pasuruan.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun menyoroti permasalahan banyaknya sekolah yang ambruk ini. Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyatakan jika saat ini Indonesia sedang mengalami kondisi darurat terkait gedung sekolah yang rusak.
"Kami menilai Indonesia masuk kondisi darurat gedung sekolah rusak," ujar Syaiful Huda seperti dilansir dari Detik, Kamis (21/11). "Karena dalam waktu yang tidak berselang lama sekolah-sekolah banyak yang ambruk dan ada korban."
Huda mengaku tidak habis pikir bagaimana sekolah tersebut mengalami kerusakan lantaran dinilai masih bangunan baru. SMKN Giri sendiri baru dibangun pada tahun 2015 dan SDN Gentong Pasuruan selesai dibangun pada 2016.
Huda lantas mempertanyakan pembangunan sekolah tersebut. Menurut Huda, gedung yang dibangun menggunakan uang negara tersebut justru terkesan rapuh dan tidak benar lantaran sudah ambruk padahal usianya belum sampai lima tahun.
Huda lantas mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk segera menangani kasus ini. Ia meminta Kemendikbud segera melakukan sensus nasional terhadap seluruh gedung sekolah di Indonesia demi melihat kualitas dan keamanan agar kejadian serupa tak terulang.
"Kami mempertanyakan bagaimana proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan gedung sekolah yang dibangun dengan uang rakyat yang justru membahayakan peserta belajar-mengajar," kata Huda. "Jangan sampai kembali jatuh korban."
Tercatat, saat ini kondisi darurat gedung sekolah tidak bisa dipisahkan dari fakta adanya 283.300 ruang yang dilaporkan telah mengalami kerusakan. Huda mengaku pemerintah sulit untuk melakukan perbaikan lantaran kemampuan renovasi hanya dibatasi sebanyak 25.000 per tahun.
"Jadi perlu waktu sekitar 5-10 tahun lagi perbaikan ruang sekolah yang rusak berat tersebut jika proses perbaikan dilakukan secara normal," tutur Huda. "Jika perlu dalam jangka pendek ini kerahkan semua sumber daya untuk memperbaiki 152.000 ruang sekolah yang rusak berat dan rusak total itu."
(wk/lian)