Sempat Dikhawatirkan Bangkrut Oleh Buwas, Bulog Ternyata Miliki Utang Puluhan Triliun
Nasional

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik ternyata memiliki hutang yang nyaris mencapai Rp 28 Triliun. Direktur Utama Budi Waseso pun mengungkapkan alasan utang yang menumpuk tersebut.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) yakni Budi Waseso (Buwas) sempat mengungkapkan kekhawatiran akan bangkrutnya Bulog. Hal ini karena penyaluran beras sejahtera kini dipindahkan ke Kementerian Sosial.

Baru-baru ini, Buwas pun mengungkapkan fakta yang mengejutkan. Pasalnya, perusahaan pelat merah ini dikabarkan memiliki hutang yang cukup besar, yakni nyaris mencapai Rp 28 Triliun. Kabar tersebut pun seakan menguatkan kekhawatiran Buwas beberapa waktu lalu mengenai Bulog yang kemungkinan akan bangkrut.

Buwas pun mengungkapkan jika utang Bulog yang makin bertambah tersebut disebabkan karena pengadaan beras baik dari dalam negeri maupun luar negeri. "Karena impor, utang impor kita pengadaan lagi. Pengadaan kita harus serap dari petani, kalau enggak kan jadi masalah. Petani siapa yang mau nyerap? Emang ada pasar bebas? Tapi paling banyak kita untuk jamin petani itu hasilnya laku terjual."

Sebelumnya, Buwas juga mengatakan bahwa Bulog diberi penugasan menyerap beras hasil petani dalam jumlah yang besar. Untuk melakukan hal tersebut, Bulog melakukan pinjaman.

"Ada penugasan untuk menyerap bahan pokok, itu uangnya dari pinjaman semua," jelas Buwas yang dilansir Kumparan pada kamis (21/11). "Hari ini tiap hari kami siapkan anggaran Rp 14-16 miliar untuk bayar bunga dan operasional, sebulan Rp 240-250 miliar untuk bunga saja, belum pokok pinjaman."


Buwas sendiri mengatakan bahwa dirinya belum tahu bagaimana cara membayar utang Bulog tersebut. Ia memprediksi utang akan semakin membengkak karena Bulog saat ini lebih banyak berperan sebagai tangan kanan pemerintah.

"Yang jelas dengan kita menyerap tiap hari, berarti utang kita tambah lagi tuh sedangkan penyalurannya belum ada karena BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) tidak mutlak kita," ungkap Buwas. "Ya nanti kita pikirkan cara bayar utangnya."

Salah satu cara untuk membayar hutang salah satunya adalah dengan mengendalikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Oleh karena itu, Buwas berharap agar pemerintah segera melakukan sinkronisasi regulasi terkait CBP yang disimpan oleh Bulog.

Selain itu, penyediaan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Bulog juga diperlukan. Pasalnya, Buwas mengatakan bahwa selama ini Bulog menggunakan pinjaman melalui bank dengan bunga komersial sehingga memberatkan.

Selain itu, utang juga bisa dikurangi dengan menambah porsi penugasan komersial Bulog. Menurut Buwas, bisnis komersial Bulog cukup menjanjikan dan sudah untung. Namun, porsi penugasan yang rendah menyebabkan keuntungan yang didapat Bulog tidak mampu mengurangi beban utang Bulog.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait