Dahnil Anzar Pastikan Prabowo Tak Akan Main-Main dengan Anggaran Alutsista
Nasional

Staf Khusus Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak menuturkan bahwa Prabowo selalu fokus agar pembelian alutsista bisa memberikan manfaat yang nyata untuk pertahanan bangsa dan negara.

WowKeren - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto disebut tidak akan bermain-main dengan anggaran untuk belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista). Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antarlembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Ia menegaskan anggaran untuk pertahanan negara berkaitan dengan kedaulatan Indonesia. "Menhan tidak akan main-main dengan belanja alutsista karena terkait dengan kedaulatan Indonesia," kata Dahnil dilansir CNN Indonesia, Sabtu (23/11).

Ia menuturkan sejak pertama kali dilantik oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Prabowo selalu menuruti apa yang diperintahkan oleh Jokowi. Prabowo, dikatakannya, benar-benar memperhatikan agar pembelian alutsista bisa memberikan manfaat yang tinggi dan bisa digunakan sebagai alat pertahanan negara.

"Perintah Pak Jokowi itulah yang beliau kerjakan," lanjut Dahnil. "Beliau telah menyisir belanja-belanja alutsista yang dianggap pada proyek seperti apa yang disampaikan presiden."


Diketahui, Jokowi meminta agar pemenuhan alutsista yang didatangkan dari luar negeri tidak serta merta hanya berbentuk impor barang. Namun, ia meminta juga adanya transfer teknologi. dengan begitu, sumber daya manusia (SDM) dalam sektor pertahanan juga bisa menjadi lebih baik. Jokowi tidak ingin jika anggaran dibelanjakan begitu saja tanpa orientasi yang betul-betul membawa manfaat pada bangsa dan negara.

"Jangan lagi orientasinya adalah penyerapan anggaran," kata Jokowi. "Mampu membelanjakan anggaran sebanyak-banyaknya, apalagi orientasinya sekedar proyek. Setop yang seperti itu."

Tak hanya itu, Jokowi ingin memastikan agar Indonesia memakai alutsista secara dinamis, bukan yang ketinggalan zaman. Sebab, untuk menjaga pertahanan negara diperlukan teknologi pertahanan dinamis yang sejalan dengan perkembangan zaman.

"Ini akan memengaruhi corak peperangan di masa yang akan datang," lanjut Jokowi. "Jangan sampai pengadaan alutsista kita lakukan dengan teknologi yang sudah usang, ketinggalan, dan tidak sesuai dengan corak peperangan di masa yang akan datang."

Sebelumnya, Prabowo juga sempat menjajaki kemungkinan kerja sama di bidang pertahanan dengan Republik Ghana. Namun, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono mengingatkan Prabowo bahwa BUMN produsen alutsista Indonesia masih perlu dibenahi.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!