Diserang habis-habisan karena nyinyirin Ahok yang terpilih sebagai Komisiaris Utama Pertamina, Fadli Zon beri penjelasan jika komentarnya tersebut sudah sangat sopan.
- Ruth Meliana
- Senin, 25 November 2019 - 09:28 WIB
WowKeren - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah resmi ditunjuk sebagai Komisiaris Utama Pertamina oleh Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Thohir pada Jumat (22/11) lalu. Penunjukan Ahok ini rupanya tidak disetujui oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang terkesan memberikan reaksi nyinyir.
Sontak komentar Fadli Zon yang terkesan nyinyir dengan penunjukan Ahok sebagai Komisiaris Utama Pertamina diserang habis-habisan oleh publik. Walau begitu, rupanya Fadli tetap mempertahankan sikapnya yang tidak menyetujui Ahok diberi jabatan tersebut.
Menurut Fadli, Ahok merupakan sosok yang bermasalah dan sering menimbulkan kegaduhan. Ia bahkan menyebut komentar nyinyirnya tersebut sebagai komentarnya yang paling sopan.
"Dari berbagai sisi pun menurut saya sudah bermasalah," kata Fadli Zon seperti dilansir dari Detik, Senin (25/11). "Belum jadi pun sudah bermasalah, menimbulkan pertanyaan banyak orang, menimbulkan kegaduhan banyak orang. Komentar saya itu komentar yang termasuk terlalu sopan."
Fadli lantas memberikan contoh yang menyebutkan jika Ahok merupakan orang yang bermasalah. Ia berkaca pada kasus penistaan agama yang telah dilakukan Ahok hingga menyebabkannya menjadi tersangka dan dipenjara.
"Saya menjawab sesuai dengan nalar, pikiran dan nurani saya," tegas Fadli. "Kan Saudara Ahok ini adalah orang yang bermasalah, sehingga kemarin sampai menimbulkan keterbelahan, kan salah satunya karena dia, karena kasus (penistaan agama)-nya itu."
Fadli mengaku tidak habis pikir dengan penunjukan Ahok ini. Ia mempertanyakan keputusan Presiden Joko Widodo yang dirasa seolah tidak memiliki kandidat lain yang lebih layak untuk mengisi jabatan di bidang tersebut.
"Kaya seperti nggak ada orang lain, padahal masih banyak orang lain yang jauh lebih hebat di bidang itu. Pertamina itu kan satu bidang yang spesifik," ujar Fadli. "Menurut saya seharusnya Presiden Jokowi ya kalau mempunyai calon yang lebih baik, kan saya kira masih ada. Masih banyak orang yang memang profesional di bidangnya."
Fadli lalu kembali mengingatkan jika Ahok memiliki pengalaman tak harmonis dengan umat Islam. "Dengan menampilkan figur ini, yang mempunyai catatan besar terutama kepada umat Islam, tentu akan menimbulkan pertanyaan, dan pertanyaan itu saya kira wajar saja, ada apa kok orang ini begitu dicintai sama Jokowi," tutup mantan Wakil Ketua DPR ini.
(wk/lian)