Pihak Panitia Akui Reuni 212 Pakai Izin Maulid Nabi
Nasional

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut bahwa izin yang diberikan untuk acara di Monas berkaitan dengan Maulid Akbar. Ketua Panitia Reuni 212 pun mengakui bahwa memang ada maulid di dalam acara reuni.

WowKeren - Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengaku telah mengantongi rekomendasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melaksanakan reuni akbar di Monas. Namun, Anies menyebut bahwa izin yang diberikan terkait Maulid Akbar.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut mengaku bahwa pihaknya telah membicarakan izin ini dalam Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). Hasilnya, Anies pun memberikan izin untuk pelaksanaan Maulid Akbar.

"Jadi pada hari Selasa atau Rabu kemarin Forkompimda melakukan musyawarah, terkait dengan adanya rencana kegiatan 1 Desember dan 2 Desember. 1 Desember terkait Papua, 2 Desember terkait dengan Maulid Akbar," terang Anies pada Jumat (22/11). "Kemudian kesimpulannya memang diberikan izin. Kalau enggak salah itu pertemuan (Forkompimda) hari Selasa, jadi Gubernur, Pangdam, Kapolda, Kajati kemudian Kabinda rapat di situ yang kemudian menggariskan."

Ketua Panitia Reuni 212, KH Awiet Masyhuri, lantas membenarkan hal tersebut. Ia menyebut bahwa izin itu disampaikan lantaran dalam acara Reuni 212 juga akan digelar Maulid Nabi.

"Memang di Reuni 212 ada maulid di dalamnya," tutur Awiet. "Memang bersamaan dengan maulid."


Menurut Awiet, acara tersebut akan digelar pada 2 Desember 2019 mendatang sejak salat malam berjemaah hingga sekitar 09.00 WIB. Awiet menjelaskan bahwa acara tidak digelar hingga siang seperti tahun sebelumnya lantaran kondisi cuaca.

"Acara digelar dari qiyamul lail, salat malam berjemaah. Kemudian salat subuh. Tahun ini tidak sampai," terang Awiet. "Kemungkinan jam 09.00 WIB selesai. Karena cuaca kali ini kan cukup panas."

Sebelumnya, Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif, mengaku sudah mengantongi rekomendasi dari Gubernur Anies. Namun, Anies justru merasa keheranan ketika ditanya soal rekomendasi tersebut.

"Rekomendasi? Rekomendasi itu apa ya?" ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (22/11). "Penggunaan Monas, sifat pemprov adalah pasif, artinya ada pihak yang mengajukan untuk meminjam, kemudian pemprov review dan dari situ memutuskan apakah meminjamkan atau tidak."

Di sisi lain, Reuni 212 ini sempat mendapat penolakan keras. Warganet bahkan sempat menggaungkan tagar #Parasite212.

Tagar tersebut berisi banyak warganet yang merasa keberatan apabila Reuni 212 kembali digelar pada tahun ini. Pasalnya, acara reuni tersebut dinilai tidak bermanfaat bagi masyarakat.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait