Mendagri Tito Karnavian menyentil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal penataan letak kota Jakarta seperti 'kampung' dengan membandingkannya dengan kota Shanghai. Merespon hal itu, Anies berkata jika pesan tersebut positif.
- Nidya Putri
- Selasa, 26 November 2019 - 18:36 WIB
WowKeren - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyinggung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal penataan kota Jakarta yang dinilainya semrawut. Tak tanggung-tanggung ia bahkan mebandingkan Jakarta dengan salah satu kota besar di Tiongkok yaitu Shanghai.
Merespon sindiran tersebut, Anies mengatakan jika hal yang dibicarakan oleh Tiro adalah soal transformasi negara bukan sekedar perubahan kota. "Pak Tito tadi memberikan gambaran transformasi yang dialami oleh Tiongkok selama 4 dekade karena beliau menceritakan bagaimana analis-analis di akhir tahun '70-an, '80-an mengantisipasi perubahan yang akan terjadi di Tiongkok," kata Anies, Selasa (26/11).
Anies menyebut jika Tito menceritakan pengalamannya saat mengikuti sesko di Australia dan Selandia Baru. Saat itu Indonesia belum membicarakan soal Tiongkok, namun di mana-mana sudah membicarakan soal transformasi.
"Jadi menceritakan betapa cepatnya, betapa cepatnya perubahan di sana. Dan kemudian di dalam konteks itu menceritakan 2 kota yang pada saat itu tahun '98," terang Anies. "Jadi menurut saya tidak usah dilepaskan konteks percakapan tentang transformasi. Itu artinya juga PR bagi kita untuk mempercepat transformasi dan ini objektif saja, bahwa dalam beberapa dekade perekonomian Tiongkok yang asalnya kecil lompat sampai 100 kali lebih besar."
Lebih lanjut, Anies menambahkan jika lompatan perekonomian Tiongkot bukan hanya perbandingan Jakarta dan Shanghai. Namun Tiongkok sebagai negara dengan seluruh dunia.
"Jadi menurut saya merupakan pelajaran penting yang kita ambil dari pesan yang disampaikan Pak Mendagri tadi adalah pesan tentang transformasi sebuah negara," paparnya. "Lebih dari soal kata 'kampung'. Jadi memang itu kan clickbait, menarik tweetable, tapi sesungguhnya ini adalah pesan penting bagaimana transformasi sebuah negara itu terjadi dikerjakan dengan konsisten selama beberapa dekade di sebuah negara dan mereka merasakan buahnya."
Menurut Anies, pesan yang terpenting dari Tito adalah untuk tidak berpikir jika semua masalah bisa diselesaikan dalam waktu singkat seperti semalam dua malam, namun memerlukan waktu yang panjang. Karenanya, pembangunan di Indonesia harus terus berlanjut dan dampak besarnya baru akan terlihat dalam satu dekade ke depan.
"Jadi saya menangkap pesan dari Pak Tito tadi bagaimana transformasi sebuah negara," tutupnya. "Nah ini yang nanti harapannya yang kita lakukan."
(wk/nidy)