Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat menjadi sumber rujukan dari ilmu pengetahuan Islam di dunia.
- Ruth Meliana
- Rabu, 27 November 2019 - 10:35 WIB
WowKeren - Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin telah menghadiri Expert Meeting Indonesia International Islamic University atau Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) sebagai pembicara di Hotel Pullman, Jakarta Pusat pada Selasa (26/11). Acara ini membahas tentang "Merebut Momentum untuk Menemukan Kembali Peradaban Islam".
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai rektor dan akademisi dari lintas negara diantaranya Mesir, Maroko, Kanada, Inggris, Australia, hingga Tunisia. Acara juga dihadiri oleh Rektor UIII Komaruddin Hidayat, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, hingga stafsus wakil presiden M Nasir.
Ma'ruf Amin dalam acara tersebut menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan Islam di dunia. Menurut Ma'ruf, Indonesia dinilai pantas menjadi sumber pengetahuan Islam lantaran agama ini telah berkembang pesat di Nusantara sejak abad ke-8.
"Sebagai negara Islam terbesar di dunia, Indonesia selayaknya dapat menjadi tempat rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan Islam," ujar Ma'ruf saat memberikan sambutan di Hotel Pullman, Jakarta pada Selasa (26/11). Ma'ruf mengatakan jika Indonesia saat ini membutuhkan penelitian dan limu pengetahuan yang berkualitas demi mewujudkan cita-cita ini.
Oleh sebab itu, pemerintah membangun UIII yang menjadi kampus internasional Islam pertama di Indonesia. UIII sendiri akan memulai kegiatan belajar mereka pada September 2020 mendatang.
Ma'ruf berharap agar UIII nanti kedepannya dapat menjadi garda terdepan dalam melakukan penelitian-penelitian seputar agama Islam. UIII juga diharapkan dapat menjadi pusat dalam penyebaran kebudayaan serta peradaban Islam yang modern, toleran, dan maju.
"Dalam waktu yang cepat, kita mengharapkan, UIII mampu berada di garda terdepan dalam kajian Islam dan menjadi kiblat dunia dalam bidang kajian Islam," jelas Ma'ruf Amin. "UIII juga diharapkan menjadi pusat penyebaran kebudayaan dan peradaban Islam yang modern, toleran, dan berkemajuan."
Pembangunan UIII ini telah direncanakan sejak tiga tahun lalu lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian UIII pada 29 Juni 2016. Pembangunan ini ditargetkan selesai dalam empat tahun dan memakan biaya sekitar Rp3,5 triliun.
(wk/lian)