Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Haikal Hassan menanggapi penyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menyebut bahwa PA 212 bisa mengancam stabilitas nasional.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 27 November 2019 - 17:27 WIB
WowKeren - Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyebut bahwa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai sumber ketidakstabilan politik di Indonesia. Pernyataan tersebut dalam rangka menjawab Tito yang menyebut ancaman stabilitas negara kini tinggal Alumni 212 setelah Prabowo Subianto dan Joko Widodo melakukan rekonsiliasi.
PA 212 menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin membuat masalah. Pernyataan itu disampaikan oleh Juru Bicara PA 212 Haikal Hassan. Ia menyebut bahwa tujuan PA 212 adalah untuk menyatukan berbagai kelompok yang berbeda.
"Masalahnya adalah di Tito sendiri yang mempermasalahkan," kata Haikal dilansir CNN Indonesia, Rabu (27/11). "Semua ormas ngumpul jadi satu untuk kekuatan dan ketahanan negara, kok masalah?"
Lebih jauh, Haikal mengklaim bahwa PA 212 selama ini tidak pernah membuat masalah di tengah masyarakat. Ia pun mencontohkan ketika PA 212 menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Monas, tidak ada satu pun sampah yang berserakan. Bahkan kehadiran warga nonmuslim, ucap dia, dijamin keamanannya hingga acara selesai.
Oleh sebab itu, ia mengklaim bahwa PA 212 merupakan kebanggaan umat muslim di Indonesia. Sebab setiap kali PA 212 menggelar acara, acara tersebut selalu berlangsung tertib dan tanpa rusuh.
"212 adalah kebanggaan umat Islam Indonesia," kata Haikal. "Di mana lagi di seluruh dunia berkumpul jutaan manusia dengan tertib, tenang, damai, kompak, tanpa ada rusuh, ribut, bentrok."
Tak hanya itu, Haikal juga menegaskan bahwa PA 212 adalah ormas yang berpegang pada Pancasila dan UUD 1945. Oleh sebab itu, ia tak gentar jika Tito menyebut siap akan membubarkan ormas yang coba menggantikan nilai-nilai Pancasila dan Keindonesiaan. "Silakan bubarkan, suka-suka pemerintah," tutur dia.
Sebelumnya, Tito menyebut bahwa hambatan dalam menjaga stabilitas politik di Indonesia saat ini tinggal satu, yakni PA 212. "Dalam pandangan Malaysia kemarin, saya bertemu dengan banyak tokoh di sana, politik Indonesia itu stabil sekarang, terutama semenjak gabungnya 01 sama 02, tinggal urusannya 212 saja," kata Tito, Selasa (26/11).
(wk/zodi)