Menag Fachrul Blak-Blakan Bongkar Alasan Hapus Konten Khilafah di Buku Ajar Agama Islam
Nasional

Kementerian Agama menulis ulang 155 buku ajar agama yang akan digunakan pada tahun 2020. Menteri Agama Fachrul Razi lantas memberi penjelasan terkait perombakan buku pelajaran agama ini.

WowKeren - Kementerian Agama (Kemenag) diketahui akan merombak ratusan buku-buku pelajaran agama Islam yang akan digunakan pada tahun 2020. Salah satu perombakan tersebut adalah penghapusan konten khilafah.

Menteri Agama Fachrul Razi lantas memberi penjelasan terkait perombakan buku pelajaran agama ini. Menurut Fachrul, buku yang akan dirombak mencapai 155 judul.

"Secara keseluruhan, kita merevisi 155 buku. Buku ajaran-ajaran, pegangan guru, maupun penunjang," terang Fachrul dalam rapat dengan Komisi VIII DPR pada Kamis (28/11). "Mulai jenjang paling bawah, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan juga Madrasah Aliyah. Semua kita benahi."

Fachrul menjelaskan sejumlah sub pelajaran yang akan akan dibenahi. Ia juga mengungkapkan bahwa revisi ini tidak akan dilakukan langsung oleh dirinya.

"Masalah fikih, masalah sejarah kebudayaan Islam, kemudian bahasa Arab. Kebetulan yang membenahi bukan saya," ujar Fachrul. "Memang ahli-ahlinya yang melihat ada hal yang masih perlu dibenahi di bidang itu."


Mantan Wakil Panglima TNI tersebut mengungkapkan alasan revisi ini adalah ingin mengikuti perkembangan sains dan teknologi. Hal ini supaya buku-buku agama dapat lebih kontekstual dan berbasis revolusi mental.

"Selaras juga dengan masalah isu pada saat ini. Misalnya masalah antikorupsi dan sebagainya," jelas Fachrul. "Muatan-muatan pendidikan kita tambahkan. Kemudian mengedepankan moderasi beragama."

Selain itu, Fachrul juga mengungkapkan alasan dihapusnya muatan sejarah khilafah dalam buku pelajaran yang akan dipakai tahun 2020. Rupanya, Fachrul tidak ingin para pengajar mengkapitalisasi konten tersebut.

"Kalau kita lihat muatan sejarah khilafah sebenarnya enteng-enteng. Tapi begitu ditampilkan pengajarnya ikut menganukan (mengimplementasikan). Jadi tadinya maksud memahami sekadarnya, tapi ternyata menjadi mempublikasikan," pungkasnya. "Khilafah menurut saya dihilangkanlah. Karena memang niatnya baik, tapi karena pengajarnya mungkin memihak kepada itu. Jadi akhirnya mengkapitalisasi."

Di sisi lain, perombakan ratusan buku ajar agama oleh Kemenag ini mendapat dukungan penuh dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. "Saya akan selalu mendukung apa arahan Presiden sama apa yang Pak Menag ingin lakukan," kata Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11).

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait