Pidato Mendikbud Nadiem Makarim pada Hari Guru, Senin (25/11) lalu yang sempat viral itu ternyata membuat Menkeu Sri Mulyani tersentil. Bahkan ia sempat membagikan pidato tersebut ke seluruh staf Kemenkeu.
- Nidya Putri
- Jumat, 29 November 2019 - 13:40 WIB
WowKeren - Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang disampaikannya pada Hari Guru, Senin (25/11) sempat viral. Karena viralnya pidato tersebut, tak sedikit yang akhirnya mengomentarinya.
Bahkan salah satunya adalah Menteri Keuangan (Menkeu) [=c=Sri Mulyani]. Ia mengaku jika dirinya tersentil dengan pidato Nadiem tersebut. Pasalnya, dalam pidatonya, mantan bos Gojek itu menyinggung soal guru yang harus terkendala sejumlah hal kecil.
"Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas," ujar Nadiem dalam pidatonya.
Sri Mulyani pun mengatakan jika ia telah melihat isi pidato tersebut yang mana mengatakan jika guru mendapat beban kegiatan pertanggungjawaban keuangan. "Saya sempat agak tersentil," ujar Sri Mulyani.
Mantan pelaksana Bank Dunia itu juga menambahkan jika pidato Nadiem yang sempat viral tersebut telah dikirimnya ke jajaran pegawai Kementerian Keuangan. "Surat cinta itu saya forward ke anak buah saya," imbuhnya.
Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan dari pidato tersebut kementerian atau lembaga bisa belajar untuk meringkas laporan keuangan melalui digitalisasi tanpa mengurangi akuntabilitasnya. Pasalnya, selama ini laporan keuangan bisa mencapai hingga ratusan halaman namun tidak dibaca dan menjadi beban.
"Kreativitas inovatif sebenarnya sama dengan rezim let the manager manage," paparnya. "Dulu laporan keuangan sampa 188 dari mulai item, berbagai macam layer enggak dibaca trus di-reduce jadi 16 masih beban. Makanya kita mulai berpikir gimana teknologi dapat membantu."
Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim juga diketahui sempat memprotes Sri Mulyani soal pernyataannya soal anggaran pendidikan lebih besar dibandingkan anggaran infrastruktur. Padahal dana besar tersebut tidak dipegang langsung oleh Kemendikbud.
(wk/nidy)