Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan telah memerintahkan pihak direktorat jenderal untuk mengecek pencemaran yang terjadi pada Sungai Bengawan Solo.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 29 November 2019 - 18:38 WIB
WowKeren - Sungai Bengawan Solo tercemar limbah. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pun ikut turun tangan untuk mengatasi hal ini. Ia menyatakan telah memerintahkan bawahannya untuk mengecek ke lapangan guna mengetahui penyebab pencemaran.
"Saya sudah minta pak dirjen turun," kata Siti di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (29/11). "Nanti dilihat aja masalahnya apa."
Siti mengaku belum mengetahui penyebab pasti pencemaran limbah di Bengawan Solo. Ia akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah mendapat laporannya. "Saya belum dapat infonya. Nanti saya cek," katanya.
Seperti diketahui, Sungai Bengawan Solo kini tak lagi bersih. Berbagai limbah telah mencemari aliran sungai tersebut mulai dari tekstil, minuman beralkohol ciu, hingga kotoran dari peternakan babi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan bahwa pencemaran sungai yang melalui dua provinsi tersebut tidak mengganggu pasokan air untuk wilayah Jawa Tengah. Ia meminta pihak PDAM untuk tidak mengambil air dari sungai tersebut.
"Sementara kan kita ketahui ada dari tekstil, ada dari alkohol ciu, ada dari batik, ada dari limbah ternak babi," kata Ganjar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (26/11). "Nah, kemarin yang agak menuju ke hulu di sekitar Blora."
Selanjutnya, Ganjar akan memanggil para perusahaan yang diduga terkait dengan pencemaran itu. Hal itu dilakukan untuk menjaga suasana tetap kondusif. "Nah perusahaannya agar tidak nanti bikin orang marah, ya kita undang dulu. Itu namanya kan juga perlu dijaga. Kalau Anda enggak sanggup, bilang dong, tapi jangan buang sembarangan," ujarnya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa pencemaran aliran sungai Bengawan Solo kian parah, yakni air berwarna hitam pekat dan bau alkohol. "Diduga dari limbah industri alkohol di Sukoharjo. Sudah terjadi beberapa kali, tapi ini yang paling parah, karena sudah dua hari," kata petugas intake IPA Semanggi, Purnomo, dilansir Detik, Jumat (29/11).
(wk/zodi)