Sejumlah aparat gabungan TNI dan Polri menjaga ketat Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya sejak Minggu (1/12) dini hari. Aksi penjagaan tersebut diketahui bertepatan dengan HUT Manifesto Papua Barat ke-58.
- Nidya Putri
- Senin, 02 Desember 2019 - 09:00 WIB
WowKeren - Puluhan aparat TNI dan Polri tampak menjaga ketat Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Kota Surabaya, Minggu (1/12). Penjagaan tersebut diketahui bertepatan dengan HUT Manifesto Papua Barat ke-58, yang jatuh pada 1 Desember.
Aparat gabungan tersebut bersiaga melakukan penjagaan pada radius 50-100 meter di sekitar asrama. Selain personel, ada pula 5 truk militer terparkir tak jauh dari asrama.
Selain itu jalan Kalasan juga ditutup sehingga kendaraan umum tak bisa mengaksesnya. Menurut salah satu penghuni Asrama Papua, Frans Pigai, sejumlah aparat sudah berjaga di sekitar asrama yang ditempatinya, sejak pukul 03.00 WIB dini hari.
"Minggu, pukul 03.00 WIB pagi. Asrama kami di Surabaya mulai didatangi gabungan aparat militer, jumlahnya banyak, jalan pun diblokade," kata Frans dilansir CNNIndonesia, Minggu (1/12). Pada saat aparat gabungan datang, saat itu hanya ada 5 orang yang berada di asrama.
Mereka yang berada di dalam asrama pun mengaku terkejut dan takut dengan kedatangan aparat tersebut. "Kami yang ada dalam asrama sejak malam, kini pagi, 5 orang," jelas Frans. "Kami yang masih bertahan di asrama kami tertekan dengan kedatangan gabungan aparat negara dengan tujuan dan maksud yang tidak jelas."
Frans pun menduga jika kedatangan aparat gabungan tersebut bermaksud untuk memantau situasi asrama di tengah peringatan HUT Manifesto Papua barat yang ke-58. Padahal ia bersama rekannya hanya beraktivitas seperti biasa. "Jika kedatangan mereka karena hari kemerdekaan bangsa Papua, kami yang masih di asrama kami dipandang seakan tak punya sejarah sendiri," terangnya.
Sebelumnya diketahui jika Kepolisian Resor Jayapura menangkap 34 warga yang diduga akan melakukan kegiatan terkait HUT OPM pada Minggu (1/12). Kapolres Jayapura AKBP Viktor Mackbon mengaku jika ke-34 orang tersebut diamankan pada Sabtu (30/11) malam sekitar pukul 22.00 WIT. "Memang ada yang diamankan dan saat ini masih diperiksa penyidik di Mapolres Jayapura di Sentani," ujar Viktor.
Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui jika 34 orang itu adalah anggota dan simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang akan melakukan kegiatan dalam rangka HUT OPM 1 Desember. Saat diamankan terdapat sejumlah barang bukti berupa seragam dan lambang KNPB, katapel, badik, sangkur dan parang.
(wk/nidy)