Fadli Zon 'Sindir' Pemerintah Soal Cegah Penyanderaan WNI oleh Abu Sayyaf
Nasional

Penyanderaan 3 WNI oleh jaringan Abu Sayyaf di Filipina sempat menjadi sorotan beberapa waktu lalu. Waketum Gerindra Fadli Zon pun turut menyoroti kasus tersebut dan memberi kritik keras pada pemerintah.

WowKeren - Nama kelompok teroris internasional asal Filipina, jaringan Abu Sayyaf sempat menjadi sorotan usai tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan disandera oleh kelompok teroris tersebut. Ketiga korban tersebut diketahui telah disandera sejak September 2019 lalu.

Kejadian ini pun turut disorot oleh Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon. Fadli mempertanyakan tentang keseriusan pemerintah dalam mencegah penyanderaan WNI oleh kelompok militan Filipina tersebut.

"Kita sangat prihatin, kenapa kok kejadian penyanderaan ini berulang terus," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12). "Kenapa tidak ada upaya prefentif dari pemerintah dalam hal ini untuk mencegah WN kita berada di perairan itu, atau kapal-kapal yang berbendera kita berada di perairan itu."


Lebih lanjut, Fadli mengatakan jika pemerintah semestinya melakukan cara-cara pencegahan seperti berdiskusi dengan otoritas setempat yang bisa berkomunikasi dengan kelompok Abu Sayyaf. "Jadi harusnya ini tidak boleh lagi terjadi, karena akhirnya ya seperti kita ini masuk ke lubang yang sama," katanya.

"Apalagi kelompok ini kan orientasinya untuk mendapatkan uang," sambungnya. Ia juga menilai jika negosiator yang bisa berkomunikasi dengan kelompok Abu Sayyaf adalah Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. Hal ini karena Kivlan Zen pernah bertugas di Filipina dan berpengalaman berkomunikasi dengan kelompok tersebut.

"Pak Kivlan Zen itu berhasil ikut membebaskan dalam beberapa penculikan oleh Abu Sayyaf karena pak Kivlan Zen pernah bertugas di sana sebagai observer dalam perdamaian antara pihak MNLF dengan Unforces of the Philippines," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan jika Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha turut buka suara terkait penyanderaan tersebut. Menurutnya pemerintah saat ini terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina demi membebaskan ketiga WNI tersebut. "Tiga orang dalam video tersebut terkonfirmasi sebagai tiga WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf sejak September 2019," jelas Judha di Jakarta, Jumat (22/11) lalu.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait