Salah satu BUMN di Indonesia, yakni PT PANN sempat jadi sorotan karena tidak banyak diketahui, termasuk oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Inilah sumber masalah BUMN yang juga miliki banyak hutang itu.
- Anis Rosella Pitaloka
- Kamis, 05 Desember 2019 - 14:52 WIB
WowKeren - PT PANN sempat menjadi topik perbincangan lantaran salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini tidak banyak diketahui oleh pejabat, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani. Padahal, perusahaan pelat merah itu sudah berdiri sejak tahun 1974.
Akan tetapi, meski namanya tak pernah terdengar selama bertahun-tahun, BUMN ini tiba-tiba diusulkan mendapatkan suntikan penyertaan modal negara (PMN) di 2020 sebesar Rp 3,76 Triliun. Namun, uang tersebut tidak digunakan untuk mengembangkan bisnisnya, melainkan untuk menyelamatkan perusahaan dari utang subsidiary loan agreement (SLA).
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa BUMN ini punya masalah sejak tahun 1994. Menurutnya, perusahaan ini mulai mengalami masalah ketika pada 1994 membiayai pembelian pesawat. Padahal, PT PNN didirikan dengan tujuan memberikan pembiayaan hanya untuk kapal laut.
"Direksinya baru tapi ada problem dari 1994 ketika me-leasing pesawat terbang yang jumlahnya 10 pada saat itu," kata Erick yang dilansir Detik pada Kamis (5/12). "Padahal PT PANN itu awal didirikan untuk leasing kapal laut. Bukan kapal udara. Nanti ada kapal-kapal yang lain, kapal-kapalan."
Akan tetapi, karena direksi PT PNN saat ini merupakan direksi baru, Erick Thohir enggan untuk menyalahkan direksi tersebut. Menurut Erick, masalah yang ada di PT PNN ini terjadi karena bisnis yang mereka jalani tidak fokus pada satu bidang saja.
"Saya rasa sangat tidak fair saya sebagai menteri langsung menyalahi direksi," jelas Erick di Pacific Place, Jakarta pada Rabu (4/12). "Tetapi ini adalah bagian BUMN terlalu banyak dan tidak kembali ke core bisnis."
Tak hanya itu, Erick juga mengatakan bahwa sumber masalah BUMN ini adalah karena anak usahanya yang 'menggemukkan diri' dan diisi oleh para oknum. Terlebih lagi, perusahaan ini juga diisi oleh orang-orang tua pensiunan.
Oleh karena itu, Pendiri Mahaka Group ini menginginkan agar BUMN tak hanya diisi oleh pensiunan, tapi juga oleh orang yang lebih muda. Apalagi, visi presiden adalah ingin menciptakan banyak lapangan pekerjaan.
"Apalagi, visi presiden yang bicara cipta lapangan kerja, ternyata BUMN ini punya anak hanya menggemukkan diri dan diisi cuma kroni-kroni oknum bahkan orang-orang, mohon maaf saya bukan anti orang tua," tutur Erick. "Saya sangat apresiasi, tapi kalau diisi pensiunan sedangkan 58% penduduk Indonesia di bawah 35 (tahun) berarti kan tidak membuka lapangan kerja."
(wk/aros)