Pengamat politik Rocky Gerung sempat menyebut Pancasila sebagai ideologi gagal dan Presiden Jokowi tak memahami sila-sila tersebut. Jubir Presiden pun angkat bicara soal kontroversi itu.
- Elvariza Opita
- Jumat, 06 Desember 2019 - 10:35 WIB
WowKeren - Beberapa hari lalu pengamat politik Rocky Gerung membuat geger Indonesia karena melontarkan pernyataan yang cukup kontroversial. Pasalnya Rocky menyebut Pancasila sebagai ideologi gagal serta Presiden Joko Widodo yang tidak memahami sila-sila tersebut.
Pernyataan Rocky ini pun menjadi pro dan kontra. Mulai dari adanya pihak-pihak yang mengancam akan melaporkan Rocky ke aparat berwajib, hingga representatif Istana Negara yang menilai Rocky tak bersalah.
"Kita tidak melihat ada pelanggaran hukum apapun juga, itu sekedar dia berpendapat, mengemukakan pendapat," tutur Stafsus Jokowi bidang hukum, Dini Shanti Purwono di Kantor Kemenko Polhukam dilansir CNN Indonesia pada Kamis (5/12). "Ya diam saja."
Namun reaksi berbeda disampaikan oleh "kubu" Istana yang lain. Adalah Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, yang sigap memberikan "ancaman" kepada Rocky.
Awalnya Fadjroel menegaskan bahwa Jokowi bukanlah sosok yang antikritik. Tetapi demikian, ia mengingatkan agar pengkritik Jokowi tetap berhati-hati. Jangan sampai kritikan itu diarahkan kepada fitnah atau pencemaran nama baik.
"Hati-hati karena kritik secara akademis, secara logis, harus dibedakan dengan fitnah atau pencemaran," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/12). "Jadi hati-hati."
Namun demikian, Fadjroel enggan menyimpulkan berada di kategori mana pernyataan Rocky tersebut, apakah kritik atau fitnah. Ia pun memilih untuk tersenyum saja, apalagi mengingat Rocky merupakan salah satu sahabat lamanya.
"Saya senyum saja deh kalau Rocky Gerung ya. Karena sahabat saya dulu," ujar Fadjroel diselingi dengan tawa, dikutip dari Kompas. "Hati-hati saja. Tetap melakukan kritik, karena kritik itulah menjadi sumber dari perkembangan demokrasi kita."
Sebelumnya, Rocky menyebut tak ada seorangpun di Indonesia yang memahami Pancasila, termasuk Presiden Jokowi. Pernyataannya ini didasarkan pada kebijakan-kebijakan pemerintah yang menurutnya tak mengamalkan Pancasila sama sekali.
"Polisi Pancasila atau Presiden juga nggak ngerti Pancasila. Dia hapal tapi dia nggak paham," tutur Rocky. "Kalau dia paham dia nggak berutang, dia nggak naikin BPJS, dia nggak langgar UU Lingkungan."
(wk/elva)