Anggota TGUPP Anies yang Pernah 'Serang' Walkot Risma Mengundurkan Diri, Ini Alasannya
Nasional

Ketua Bidang Pengelolaan Pesisir TGUPP Anies Baswedan, Marco Kusumawijaya, merupakan pengamat perkotaan yang bertugas untuk mengatasi masalah pesisir sejak Juni 2018.

WowKeren - Ketua Bidang Pengelolaan Pesisir Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Anies Baswedan, Marco Kusumawijaya, mengundurkan diri dari jabatannya. Kabar mundurnya Marco ini tersebar di media sosial.

Pasalnya, akun Twitter @digeeembok mengunggah hasil tangkapan layar screenshot yang menampilkan terusan pesan. Pesan tersebut berisi Marco yang menyatakan dirinya pamit undur diri dan tidak lagi menjadi TGUPP per 1 Desember 2019.

Hal ini dibenarkan oleh Plt Kepala Bappeda Suharti. Menurut Suharti, alasan Marco mengundurkan diri adalah hendak fokus untuk menulis buku.

"Iya. Sudah mengundurkan diri sejak 1 Desember," terang Suharti dilansir detikcom pada Rabu (11/12). "Infonya beliau ke saya, akan fokus menulis buku."


Marco sendiri merupakan pengamat perkotaan yang bertugas untuk mengatasi masalah pesisir sejak Juni 2018. Namun, nama Marco sempat ramai diperbincangkan kala ia dianggap "menyerang" Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini lewat cuitannya.

Dalam cuitannya pada 31 Juli 2019 lalu, Marco menyebut bahwa Risma cocok menjadi Kepala Dinas Persampahan di Jakarta. Selain itu, Marco juga menyinggung anak Risma. Disinyalir, Marco menyindir putra Risma, Fuad Bernardi, yang sempat diperiksa Kepolisian Daerah Jawa Timur terkait kasus amblesnya jalan Gubeng.

"Keren! Bagus banget buat Jakarta kalau Bu Risma mau jadi Kepala Dinas Persampahan," cuit Marco kala itu. "Dinas Lingkungan Hidup bisa dipecah menjadi salah satunya Dinas Persampahan. Semoga beliau mau, kalau sdh lega dg urusan anaknya."

Cuitan Marco tersebut disayangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Pemkot Surabaya menilai cuitan Marco merupakan serangan pribadi kepada Risma. Pemkot Surabaya juga menegaskan Risma tidak memiliki tujuan untuk mencampuri perihal sampah di DKI.

"Terkait tweet yang disampaikan oleh @mkusumawijaya ini, kami menyesalkan hal tersebut karena menyerang secara personal Wali Kota Surabaya," cuit akun Humas Pemkot Surabaya pada 1 Agustus 2019. "Saat studi banding Badan Pembentukan Peraturan Daerah DKI Jakarta di Balai Kota Surabaya, Bu Risma hanya menjelaskan pengelolaan sampah yang ada di Surabaya. Oleh karena itu, Bu Risma tidak punya tendensi apapun sejak awal dalam studi banding tersebut."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts