Sungguh mengagumkan sosok artis Rachel Amanda. Di usia yang masih muda, ia sudah disibukkan dengan menjadi relawan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kenya.
- Ruth Meliana
- Rabu, 11 Desember 2019 - 15:54 WIB
WowKeren - Rachel Amanda telah bertumbuh dari artis cilik dengan akting yang mumpuni menjadi wanita yang begitu cerdas. Ia sukses menjadi inspirasi bagi generasi muda setelah berhasil menjadi relawan di salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sebagai wanita yang masih muda, Amanda tidak hanya sibuk berjalan-jalan dan bersenang-senang saja. Artis sinetron "Heart" ini ternyata baru saja pulang dari Kenya pada November lalu setelah mengikuti konferensi PBB.
Amanda menjadi relawan di Kenya dengan mengikuti program yang bernama Youth Advisory Panel. Program ini berfokus dalam menyelesaikan berbagai masalah kehamilan dan persalinan yang aman serta mewujudkan potensi setiap anak muda di dunia.
Program tersebut sejalan dengan visi misi dari badan PBB itu sendiri yakni UNFPA (United Nation Population Fund). Pada program ini, Amanda rupanya menjadi relawan dengan memegang jabatan sebagai badan penasehat pemuda saat di Kenya.
"Aku sekarang lagi volunteering di salah satu program UNFPA, jadi bagian Youth Advisory Panel," kata Rachel usai acara Summit On Girls di Balai Kartini, Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada Selasa (10/12). "Aku sebagai badan penasehat pemuda lah."
Amanda sendiri menceritakan jika ia menjadi perwakilan dari Indonesia saat pergi menjadi relawan di Kenya. Bersama perwakilan dari negara lainnya, wanita usia 24 tahun ini lantas membeberkan segala kegiatan yang dilakukannya saat di Kenya.
Amanda mengatakan jika ia berdiskusi tentang masalah populasi, kesehatan reproduksi hingga program keluarga berencana saat bertemu dengan para pemuda di Kenya. Tak hanya itu, wanita lulusan Universitas Indonesia ini juga menjelaskan tentang masalah perempuan yang saat ini memang menjadi isu yang terus diperjuangkan.
"Jadi aku di Kenya itu perwakilan, dikirim sama kantor untuk belajar dan konservasi, untuk melihat apa sih yang terjadi di dunia nih," cerita Amanda. "Karena UNFPA bergeraknya fokusnya untuk populasi makanya kita ngomongin soal sexual reproduction health, KB, family planning, isu perempuan, dan lain-lain."
Amanda menghadiri konferensi bernama ICPD 25 Nairobi Summit. Konferensi ini membuat pemain film "Dua Garis Biru" ini dapat belajar dan membandingkan sistem negara lain sehingga kemungkinan bisa dibawa serta diterapkan di Indonesia.
"Kenapa ada ICPD itu, kita ngumpul justru kita mau rembukin lagi nih. Kita punya komitmen 25 tahun yang lalu," jelas Amanda. "Jadi tahun 94 ada conference yang sama untuk memperjuangkan hak-hak ini."
"25 tahun kemudian which is kemarin dipertanyakan ulang, udah tercapai belum, kita harus ngapain lagi," sambungnya. "Sebenernya aku dikirim untuk ngeliat sih gimana praktek di negara lain, dan kemudian ada yang berhasil ngga, ada yang bisa diambil ngga untuk bisa dibawa ke sini."
(wk/lian)