Belum Puas, Stafsus Akui Erick Thohir Masih Incar Eks Menteri Jadi Bos BUMN
Nasional

Menteri BUMN Erick Thohir tetap serius menjaring tokoh-tokoh yang dinilai mumpuni untuk menjadi petinggi BUMN. Termasuk di antaranya adalah figur eks menteri dan wakil menteri.

WowKeren - Langkah Menteri BUMN Erick Thohir untuk membenahi perusahaan pelat merah bak tak terbendung lagi. Berbagai tokoh yang dianggapnya mumpuni untuk menjadi pimpinan BUMN pun silih berganti ditunjuk.

Termasuk di antaranya adalah sosok-sosok mantan menteri dan wakil menteri. Hal ini pun diungkap oleh staf khusus Erick, Arya Sinulingga, yang mengaku sang atasan tengah mencari eks menteri demi memperbaiki bisnis perusahaan.


"Kami akan cari lagi," jelas Arya, Jumat (13/12). "Cari yang kuat untuk mengisi posisi komisaris dan direksi (di BUMN)."

Namun Arya masih enggan buka suara soal sosok yang diproyeksikan menjadi petinggi BUMN. Tetapi memang beberapa waktu belakangan nama-nama eks menteri dan wamen berseliweran di tengah kalangan masyarakat terkait dengan potensi menjadi petinggi BUMN.

Salah satu yang sudah pasti adalah eks Menkominfo Rudiantara. Pria yang akrab dipanggil Chief RA itu diketahui telah ditunjuk untuk menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tbk., menggantikan Sripeni Inten Cahyani yang kini didapk sebagai Pelaksana Tugas.

Namun penunjukan ini baru akan disahkan dalam RUPSLB yang sedianya diselenggarakan dalam waktu dekat. "(RUPSLB) bukan hari ini, belum ada info," terang Arya, dilansir CNN Indonesia.

Beda dengan Rudiantara, "nasib" eks Wamen ESDM, Arcandra Tahar, masih terombang-ambing. Menurut Arya, Arcandra saat ini menjadi salah satu kandidat petinggi di PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., alias PGN.

"Masuk bursa (pencalonan di PGN), ya masuk," kata Arya. "(Tapi) belum tahu direksi atau komisaris."

Selain keduanya, sosok eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan juga semakin gencar dibicarakan. Keduanya disebut-sebut layak untuk menggantikan jajaran direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., yang baru saja "disikat" oleh Erick.

Terkait pemberitaan tersebut, Arya mengaku belum pernah mendengar pencalonan nama keduanya sebagai kandidat petinggi BUMN. "Sampai hari ini belum," tegas Arya.

You can share this post!

Related Posts