Beberkan Kronologi Penggusuran Tamansari, Ridwan Kamil Langsung Banjir Kritikan
Nasional

Pada Kamis (12/12) lalu, aparat Pemkot Bandung menjadi sorotan publik karena menggunakan tindakan represif untuk menertibkan warga yang enggan digusur di Tamansari. Tindakan itu pun kini menjadi bulan-bulanan masyarakat.

WowKeren - Beberapa hari lalu warga di Tamansari, Bandung, Jawa Barat harus mengalami penggusuran yang cukup "melelahkan". Pasalnya, di berbagai video yang beredar, terlihat aparat penggusur yang tak segan-segan menggunakan kekerasan dan tindakan represif untuk menuntaskan pekerjaan mereka.

Hal ini pun membuat warganet geram, hingga menyebabkan tagar #TamansariMelawan menjadi trending topic di Indonesia. Kritikan dan kecaman pun silih berganti menghujani aparat serta pemerintah setempat atas kejadian tersebut.

Menanggapinya, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun angkat bicara. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, lewat cuitan di Twitter-nya, membeberkan kronologi penggusuran Tamansari yang ternyata sudah direncanakan sejak 12 tahun lalu.

Menurutnya, Wali Kota Bandung, Oded M Danial, telah menemui langsung warga terdampak dan mengajukan solusi pada Jumat (13/12). "Mereka akan diberi kontrakan selama setahun, selama pembangunan berlangsung, seperti halnya mayoritas 176 warga yang sudah pindah sementara terlebih dahulu untuk nanti balik lagi," tulis Ridwan.

"Jika pembangunan selesai, maka para warga penyewa lahan negara tersebut AKAN KEMBALI ke area milik negara tersebut," imbuh Ridwan. "Dan mendapatkan hak mendapatkan unit hunian yang lebih luas, lebih sehat, jauh dari kekumuhan dan lebih manusiawi."


Beberkan Kronologi Penggusuran Tamansari, Ridwan Kamil Langsung Banjir Kritikan

Twitter

Lewat cuitan berikutnya, Ridwan pun melampirkan sebuah video pendek yang menampilkan berbagai berita tentang pertemuan antara Oded dengan warga terdampak. Di sana tampak warga yang bereaksi positif terhadap rencana penertiban kawasan, sampai mediasi yang dilakukan oleh Komnas HAM kepada beberapa warga yang enggan menerima penawaran pemerintah.

Twitter/ridwankamil

Namun klarifikasi yang disampaikan Ridwan ini ternyata tak menuai respons positif. Mereka menilai penjelasan Ridwan tak lantas mengklarifikasi soal sikap aparat yang semena-mena dan menggunakan kekerasan.

"Bukti yang jago komunikasi di dunia maya tapi cupu di dunia nyata. Poor you, Sir," cuit @ide****id. "Untuk jadi humanis, berhenti lah bicara kronologis. Nyata nya aparat bertindak represif," kata @Nou*********94.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts