Gaduh Penghargaan Diskotek Colosseum, BNNP Ungkap Pernah Razia 60 Pengguna Narkoba di Situ
Nasional

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI mengaku siap membantu Pemprov DKI menilik nominasi penerima penghargaan ke depannya agar kejadian diskotek Colosseum tidak terulang kembali.

WowKeren - Nama tempat hiburan malam Colosseum kini tengah ramai diperbincangkan. Pasalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencabut penghargaan Anugerah Adikarya Wisata 2019 yang sebelumnya diberikan untuk diskotek Colosseum.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta mengapresiasi keputusan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk mencabut penghargaan tersebut. Pasalnya, BNNP DKI pernah menemui puluhan pengguna narkoba di diskotek tersebut.

"Kita apresiasi Pak Gubernur karena langsung diambil tindakan," tutur Kepala BNNP DKI Jakarta, Brigjen Tagam Sinaga pada Rabu (18/12). Menurut Tagam, BNNP DKI telah melakukan razia ke sejumlah tempat hiburan malam, salah satunya diskotek Colosseum ini, pada bulan Agustus hingga September lalu.

Berdasarkan hasil razia tersebut, terdapat sejumlah orang positif menggunakan narkoba. Hal ini diketahui dari hasil tes urine mereka. "Banyak, ada 60-an orang (pakai narkoba di Colosseum saat razia)," ujar Tagam.


BNNP sendiri telah mengirimkan laporan kegiatan razia tersebut ke BNN RI dengan tembusan Pemprov DKI pada Oktober lalu. Dalam surat tersebut, dicantumkan rincian laporan berupa emimpin operasi dan jumlah personel, laporan tes urine, dan laporan soal asesmen terpadu terhadap pihak yang kedapatan mengonsumsi narkoba.

"Tiba-tiba Colosseum dikasih piagam penghargaan (Adikarya Wisata 2019). Kita tidak tahu piagam penghargaannya karena apa, apakah karena kebersihan, apakah karena membayar pajak tertinggi, kita tidak tahu karena bukan kita yang memberikan penghargaan," jelas Tagam. "Heboh lah di media."

Oleh sebab itu, BNNP DKI mengaku siap untuk membantu Pemprov DKI menilik nominasi penerima penghargaan ke depannya. Supaya kejadian diskotek Colosseum ini tidak terulang kembali.

Lebih lanjut, Tagam mengaku tidak menemukan transaksi narkoba dalam razia tersebut. Yang ditemukan di diskotek Colosseum hanyalah aktivitas penggunaan narkoba.

"Saya sebagai penyidik menyatakan, tidak kami temukan transaksi narkoba di sana. Tapi aktivitas penggunaan narkoba ada di sana. Dari beberapa keterangan saksi yang kita periksa, barang narkoba itu bukan berasal dari situ," pungkas Tagam. "Dari hasil Tim Asesmen Terpadu (TAT), mereka (yang positif mengonsumsi narkoba) menggunakan narkoba jenis ekstasi, tapi belinya di tempat lain. Ini adalah kasus Colosseum. Kemudian kita tes urin pegawainya, hasilnya negatif."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait