Menurut Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif alias Buya Syafii, tidak ada yang salah bagi umat muslim untuk mengucapkan selamat natal dan tahun baru ke umat lain.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 18 Desember 2019 - 20:57 WIB
WowKeren - Larangan untuk mengucapkan selamat natal bagi umat Islam yang disampaikan ke koleganya yang non-muslim menjadi hal yang kerap diperdebatkan. Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif alias Buya Syafii ikut angkat bicara menanggapi hal ini.
Syafii menilai bahwa tidak ada yang salah dalam pengucapan natal dan tahun baru. Menurutnya, hal itu sah-sah saja dilakukan karena tidak akan merusak akidah seorang muslim. Lebih jauh, ia menyebut orang-orang yang melarang umat muslim untuk mengucapkan selamat natal sebagai orang yang berpikiran sempit.
"Itu (larangan ucapan Natal) pandangan sempit, kalau istilah medsos itu kelompok sumbu pendek. Apa keberatannya mengucapkannya?" kata Syafii usai jumpa pers Maarif Award 2020 di Kantor Maarif Institute, Jakarta, Rabu (18/12). "Selamat Natal, Idul Fitri, apa keberatannya? Di sisi apa? Tidak akan salah itu."
Sebaliknya, mengucapkan selamat natal dan tahun baru kepada pemeluk agama lain merupakan bagian dari sikap saling menghormati antar umat. Meski demikian, ia mengakui jika ada sebagian kelompok pemeluk agama Islam yang keras melarang pengucapan ini.
Menurutnya, orang-orang semacam ini adalah orang yang justru kurang mendalami ilmu agama. Tak pelak, kelompok semacam ini mudah menghakimi sesuatu hal dengan pikiran negatif.
Masyarakat diharapkan bisa menjaga persaudaraan antar umat beragama, mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk terdiri dari berbagai suku dan agama. Sebab jika masyarakat kurang bisa menerima adanya perbedaan maka justru akan menghasilkan pertikaian.
"Saya sering katakan, berbeda dalam persaudaraan, bersaudara dalam perbedaan sangat mungkin dan itu harus," lanjut Syafii. "Dunia yang akan datang tergantung mau tidak pegang prinsip itu. Kalau tidak, kan perang melulu."
Sebelumnya, wakil Presiden Ma'ruf Amin juga menyampaikan hal serupa. Ia menyatakan tak ada larangan bagi umat Islam memberikan ucapan Natal kepada umat Kristiani. Menurut Ma'ruf, ucapan Natal menjadi hak masing-masing orang.
"Menurut saya tidak perlu ditajam-tajamkan. Kembali saja ke masing-masing," kata Ma'ruf di Jakarta, Kamis (28/11). "Mau mengucapkan silakan, kalau tidak ya tak masalah. Dibikin enak sajalah."
(wk/zodi)