Ketua RT 03 RW 04, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Shopy, menyebutkan bahwa dibanding banjir 2007 lalu, banjir awal tahun 2020 lebih parah.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 03 Januari 2020 - 10:07 WIB
WowKeren - Banjir besar melanda wilayah Jabodetabek hingga menjadi sorotan. Salah satu kawasan yang tak lepas dari dampak bencana ini adalah Kemang, Jakarta Selatan.
Banjir yang terjadi di kawasan yang sebagian merupakan area pemukiman elite ini disebabkan karena meluapnya air sungai. Musibah air bah kali ini bahkan disebut-sebut sebagai yang terparah sejak tahun 2007 lalu.
Hal tersebut berdasarkan pengakuan dari seorang warga yang merupakan Ketua RT 03 RW 04, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Shopy. Shopy menyebut bahwa air banjir bahkan sampai merendam rumah warga dan hanya menyisakan atap. Warga pun tidak sempat melakukan persiapan evakuasi.
"Lebih parah dari (banjir) 2007," kata Shopy dilansir CNN Indonesia, Jumat (3/1). "Karena beberapa rumah warga terendam, hanya kelihatan atap, pakaian dan barang-barang semua tidak sempat dievakuasi."
Hujan deras yang terjadi sejak Rabu (1/1) menyebabkan air sungai Mampang meluap. Akibatnya, Jalan Kemang Utara IX yang memang berada di sekitar sungai tersebut menjadi terdampak. Ia menyebut ada sekitar 67 keluarga yang terdampak bencana air bah.
"Luapan air dari kali, ditambah curah hujannya yang tinggi, ya banjir, yang terdampak 67 KK," lanjut Shopy. Banjir yang terjadi di kawasan tersebut kini mulai surut.
"Mulai surut sejak siang," lanjut Shopy lagi. "Jadi warga sudah mulai bersih-bersih. Listrik juga baru hidup."
Hal senada juga diungkapkan oleh warga RT.14 RW.05 Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Deni. Menurutnya, banjir yang terjadi di awal tahun 2020 ini merupakan banjir parah.
"Belakangan ini tidak pernah banjir," kata Deni masih dilansir CNN Indonesia. "Baru ini banjir. Airnya masuk ke dalam rumah. Warga banyak yang mengungsi di rumah tetangga atau saudaranya."
Sementara itu, warga Kemang Selatan, Ahmad Rudi, mengaku banjir kali ini merupakan yang terparah selama ia menetap sejak tahun 1990. "Dulu banjir tahun 2007 dan 2009 sudah parah. Dan di sini tahun 2020, awal tahun ini yang paling parah," ujarnya.
(wk/zodi)