Ahok Berduka Cita Atas Korban Banjir, Minta Daerah Ini Untuk Waspada
Instagram/basukibtp
Nasional
Banjir Jakarta 2020

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyampaikan rasa duka citanya terhadap masyarakat yang turut menjadi korban bencana banjir.

WowKeren - Curah hujan deras terus mengguyur wilayah Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir ini sejak akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020. Akibatnya, saat ini wilayah Jakarta dan sekitarnya telah diterjang banjir yang cukup parah.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok turut mengomentari bencana banjir tersebut. Ia berharap agar bencana banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Indonesia tersebut dapat segera berakhir.


Tak hanya itu, Ahok juga memberikan pesan agar warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) dapat terus waspada. Pasalnya, sejumlah tempat tinggal di pinggir sungai berpotensi menjadi wilayah pertama yang terkena banjir karena luapan sungai.

"Untuk warga yang tinggal di DAS, agar selalu waspada," tulis Ahok melalui akun Twitter miliknya, @basuki_btp, Jumat (3/1). "Semoga bencana banjir ini cepat berlalu dan kondisi pulih kembali."

Ahok Berduka Cita Akibat Banjir Jakarta

Twitter

Komisiaris Pertamina ini juga menyampaikan rasa duka citanya bagi seluruh korban bencana banjir ini. Ia berharap agar keadaan Jakarta dan wilayah lainnya yang terhantam banjir dapat segera pulih. "Turut berduka cita atas korban-korban meninggal #banjir2020 di Jakarta dan sekitarnya," ungkap Ahok.

Sementara itu, berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah ada 30 korban jiwa akibat banjir di Jabodetabek. BNPB mendapatkan data tersebut dari BPBD setempat, TNI, Polri, Pusat Krisis Kesehatan hingga Kementerian Sosial.

"Kemudian kita cross-check semua, terus kita kumpulkan. Banyak yang cocok, yang tidak cocok tetap kita tambahkan," kata Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo di kantor BNPB, Jalan Proklamasi, Matraman, Jakarta Timur pada Kamis (2/1). "Jadi sekarang hasilnya ada 30 orang meninggal."

Agus menjelaskan jika pengungsi terdampak banjir telah tersebar di beberapa 302 titik pengungsian. Hingga kini, BNPB masih terus melakukan pendataan secara berkala kepada jumlah pengungsi.

Agus mengaku jika pihaknya hingga saat ini masih terkendala dama melakukan evakuasi terhadap para korban. Penyebabnya adalah arus yang deras ditambah dengan kurangnya perahu karet untuk mengungsikan para korban banjir di Jakarta.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts