Istri Hakim PN Medan Jadi Otak Pembunuhan, Hubungan Asli Dengan Eksekutor Terungkap
Nasional

Hakim PN Medan, Jamaluddin, ditemukan tewas dengan luka misterius pada 29 November 2019. Kasus itu pun terus bergulir, hingga terungkap istri korban lah yang menjadi otak pembunuhan.

WowKeren - 29 November 2019 lalu, seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya yang terparkir di area kebun sawit dengan luka misterius. Belakangan terungkap korban bernama Jamaluddin yang merupakan seorang hakim Pengadilan Negeri Medan.

Kala itu, polisi berpendapat pelaku pembunuhan merupakan orang terdekat Jamaluddin. Namun polisi belum bisa menentukan tersangka yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Hampir dua bulan berlalu, kini polisi pun berhasil meringkus tiga tersangka dalam kasus pembunuhan itu. Tim gabungan Direktorat Reskrimum Polda Sumatera Utara dan Satuan Reskrim Polrestabes Medan menetapkan tersangka dengan inisial ZH, JP, dan RN.

Yang membuat publik terkejut, ZH alias Zuraida Hanum merupakan istri kedua korban. Mirisnya lagi, polisi menyebut ZH merupakan dalang di balik kematian Jamaluddin dengan JP dan RN sebagai eksekutornya.

Informasi ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono. "Artinya, istrinya (istri Jamaluddin, ZH) yang menjadi otak pembunuhan," kata Argo di Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (7/1).


Hal senada diungkap oleh Direktur Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian. Polisi menduga pembunuhan ini telah direncanakan sebelumnya, meskipun belum jelas motif di balik kasus kriminal tersebut.

Lebih lanjut, saat ini polisi fokus menggali keterangan dari para tersangka serta menyisir beberapa lokasi untuk menambah barang bukti. Hal ini dilakukan lantaran diduga ada lima pelaku lain yang diduga masih bergerak bebas.

Sedangkan dilansir dari Sumut Pos, ada fakta lain soal para tersangka yang berhasil diungkap. Yakni hubungan asli antara ZH dengan pelaku RN.

Pelaku berinisial RN diduga merupakan kekasih gelap ZH yang notabene merupakan istri korban. Sedangkan JP merupakan eksekutor yang bertanggung jawab dalam menghabisi nyawa korban.

Sebelumnya kecurigaan hampir tak pernah terarah kepada ZH. Pasalnya ZH sempat mengungkapkan adanya teror ke kediamannya, yang membuat publik berspekulasi kasus terjadi sebagai risiko atas pekerjaan korban.

"Waktu itu pagar rumah kami sempat dirusak orang tidak dikenal," kata ZH pada Senin (2/12). "Diduga ditabrak menggunakan mobil."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts