Pesawat Ukraina jatuh di Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sama sekali tidak mempercayai penyebab insiden kecelakaan karena adanya masalah teknis.
- Ruth Meliana
- Jumat, 10 Januari 2020 - 12:02 WIB
WowKeren - Penyebab kecelakaan yang dialami pesawat boeing 737 milik maskapai Ukraina, Ukraine International Airlines pada Rabu (8/1) pagi waktu setempat masih menjadi misteri. Sejumlah spekulasi terkait jatuhnya pesawat terus bermunculan, salah satunya adalah dugaan pesawat jatuh akibat terkena tembakan rudal yang dilontarkan Iran ke arah pangkalan militer AS di Irak.
Spekulasi ini dikuatkan dengan pengakuan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang mengklaim jika negaranya telah memiliki data-data dari berbagai sumber intelijen. Data tersebut menunjukkan jika pesawat Ukraine International Airlines jatuh akibat terkena tembakan rudal Iran.
Tak hanya Trudeau, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga menaruh curiga soal penyebab jatuhnya pesawat Ukraina tersebut. Trump tidak mempercayai jika jatuhnya boeing 737 tersebut dikarenakan adanya masalah teknis.
Orang nomor satu di negeri Paman Sam ini menyoroti lingkungan kasar yang saat ini ada di Iran. Seperti yang diketahui, kecelakaan pesawat tersebut terjadi hampir bersamaan dengan serangan Iran yang menembakkan puluhan rudal ke arah pangkalan militer milik AS di Irak sebagai aksi balas dendam atas kematian Jenderal Soleimani.
"Aku punya kecurigaan. Pesawat Itu terbang di lingkungan yang cukup kasar dan seseorang bisa membuat kesalahan," ujar Trump, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (10/1). "Beberapa orang mengatakan itu kerusakan mekanis. Saya pribadi tidak berpikir itu bahkan pertanyaan. Sesuatu yang sangat mengerikan terjadi."
Seperti yang diketahui, pesawat Ukraine International Airlines itu jatuh tidak lama setelah lepas landas pada Rabu (8/1) pagi waktu setempat. Seluruh penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 176 orang dikabarkan langsung tewas di lokasi kejadian. Pihak Iran menyatakan jika kecelakaan pesawat tersebut akibat adanya masalah teknis.
Otoritas penerbangan Iran dalam laporan terakhir mengatakan jika pesawat sempat berputar balik ke arah bandara sebelum akhirnya jatuh. Walau begitu, pilot pesawat dilaporkan sama sekali tidak mengirim pesan radio terkait kemungkinan pesawat mengalami kerusakan.
Sejumlah pemimpin negara mendukung dugaan PM Kanada dan kecrugiaan Trump tersebut. Salah satunya adalah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang mengatakan semakin banyak bukti bermunculan dan mendukung jika insiden tersebut disebabkan oleh Iran yang tidak sengaja menembak jatuh pesawat.
(wk/lian)